TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) bersama Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen menggelar Lokakarya Membaca Nyaring di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan bertema “Membaca Buku Menumbuhkan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Buku Nasional 2026.
Lokakarya tersebut bertujuan mendorong budaya literasi sejak usia dini melalui kebiasaan membaca buku secara nyaring atau read aloud kepada anak-anak. Kegiatan ini diikuti 130 peserta dari 31 sekolah TK dan SD di Jakarta yang terdiri atas guru, koordinator kelas, dan perwakilan orang tua.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti menilai kegiatan ini relevan dengan kondisi literasi masyarakat Indonesia saat ini, terutama di tengah tingginya penggunaan gawai pada anak-anak.
Menurutnya, penggunaan perangkat digital yang berlebihan berpotensi mengurangi minat baca anak sehingga perlu diimbangi dengan upaya membangun budaya membaca sejak dini.
“Kita seperti menjadi korban teknologi. Penggunaan gawai sudah luar biasa, bahkan bisa mencapai 6-7 jam per hari dan termasuk tertinggi di dunia. Karena itu sangat relevan ketika hari ini kita membangun budaya senang membaca, terutama kepada anak-anak dan generasi muda,”ujar Masmidah dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.
Masmidah menegaskan, kebiasaan membaca merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan anak. Anak yang terbiasa membaca dinilai akan memiliki pola pikir lebih terbuka, rasa ingin tahu tinggi, serta kemampuan komunikasi dan empati yang lebih baik.
Ia menambahkan, budaya membaca tidak akan tumbuh secara otomatis tanpa pendampingan dari orang tua maupun guru. Karena itu, anak perlu diberikan contoh dan suasana yang menyenangkan agar membaca menjadi bagian dari keseharian mereka.
“Mari kita jadikan gerakan literasi sebagai gerakan bersama. Hadirkan lebih banyak ruang membaca, lebih banyak cerita untuk anak-anak, dan lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka mengenal dunia melalui buku,”jelasnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang salah satunya menanamkan kebiasaan membaca.
Menurut Marlina, lokakarya ini juga bertujuan memperkuat peran sekolah dalam membangun budaya literasi sejak dini serta meningkatkan pemahaman guru dan orang tua mengenai metode membaca nyaring yang efektif dan menyenangkan.
“Literasi adalah tanggung jawab bersama. Karena itu diperlukan kolaborasi antara sekolah dan orang tua agar kebiasaan membaca dapat tumbuh secara konsisten,”ungkap Marlina.
Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Muhammad Yusro menambahkan, pembiasaan membaca menjadi langkah penting untuk membantu anak memahami informasi dan melatih kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi digital.
“Di tengah perkembangan teknologi digital dan beragam distraksi yang ada, minat membaca perlu terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak,”kata Yusri.
Ia mengajak para orang tua dan guru untuk menjadikan kegiatan membaca bersama anak sebagai rutinitas sehari-hari karena perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.










