TVRINews, Jakarta
Yayasan Pemuda Untuk Perdamaian Indonesia (YPPI) mendeklarasikan kehadirannya sebagai wadah yang berkomitmen mendorong perlindungan, pemberdayaan, dan penguatan masyarakat adat di Indonesia.
Deklarasi disampaikan Ketua Umum YPPI Alfred Pabika di Jakarta, Jumat, 4 September 2026. YPPI mengusung semangat “Merawat Tanah, Menjaga Budaya, Menguatkan Masyarakat, dan Membangun Perdamaian.”
YPPI menilai masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus memiliki peran strategis dalam menjaga tanah, wilayah, lingkungan, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

[Foto: Yayasan Pemuda Untuk Perdamaian Indonesia (YPPI)]
Namun, di tengah pembangunan nasional yang terus berkembang, masyarakat adat masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya pengakuan dan perlindungan hak, persoalan wilayah adat, konflik agraria, pelestarian budaya, serta perlindungan lingkungan hidup.
Karena itu, YPPI menegaskan kehadirannya bukan untuk berseberangan dengan pembangunan. Organisasi ini mendorong pembangunan yang berjalan bersama masyarakat adat dengan mengedepankan prinsip keadilan, inklusivitas, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap hak masyarakat.
Fokus pada Perlindungan dan Pemberdayaan
Dalam menjalankan visi tersebut, YPPI akan melakukan berbagai program melalui mediasi dan advokasi, penguatan kebijakan, pembangunan jejaring dan kemitraan, serta penelitian, pendidikan, dokumentasi, dan kampanye publik.
YPPI juga akan memperkuat kapasitas dan kepemimpinan generasi muda masyarakat adat agar dapat berperan sebagai agen pembangunan, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan perdamaian di tengah masyarakat.
Alfred Pabika menegaskan, perjuangan untuk masyarakat adat tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga memastikan generasi mendatang memiliki masa depan yang bermartabat.
“Menjaga masyarakat adat bukan hanya berarti mempertahankan warisan masa lalu. Lebih dari itu, kita harus memastikan generasi mendatang tetap memiliki tanah, budaya, identitas, lingkungan yang baik, serta ruang untuk berkembang dan menentukan masa depannya,” kata Alfred Pabika dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 4 September 2026.
Menurut Alfred, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. YPPI membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, masyarakat adat, generasi muda, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam deklarasi tersebut, hadir Sekretaris Daerah Papua Selatan Pdt. Albert Yoku, Steve Mara, Fajri, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

[Foto: Yayasan Pemuda Untuk Perdamaian Indonesia (YPPI)]
YPPI berharap dapat menjadi jembatan dialog dan kolaborasi antara masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendorong keadilan, menjaga kebudayaan dan lingkungan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta membangun perdamaian yang berkelanjutan.
YPPI menegaskan pembangunan Indonesia perlu menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses pembangunan, termasuk masyarakat adat yang selama ini berperan dalam menjaga tanah, budaya, hutan, dan lingkungan.
Dalam deklarasinya, YPPI menyerukan “Mari kita rawat tanahnya, kita jaga budayanya, kita kuatkan masyarakatnya, kita libatkan generasi mudanya, dan kita bangun perdamaian bersama.”










