TVRINews, Medan
Kepala BPOM Taruna Ikrar dorong penguatan regulatory science melalui konsep One Health.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mempererat kolaborasi strategis dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) guna memperkuat pengawasan obat dan makanan serta membangun ketahanan kesehatan nasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat hadir sebagai Keynote Speaker dalam acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (PIT IAI) 2026 di Medan.
Kegiatan bergengsi ini turut dihadiri secara virtual maupun langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Ketua Umum PP IAI masa bakti 2022–2026 Noffendri, serta Ketua Umum PP IAI masa bakti 2026–2030 Lilik Yusuf Indrajaya. PIT IAI 2026 diikuti oleh sekitar 1.500 peserta yang terdiri atas apoteker lintas praktik, akademisi, peneliti, mahasiswa, regulator, hingga mitra industri kesehatan.
Mengusung tema "One Health, One Pharmacy, Synergy for National Resilience", Taruna Ikrar menekankan bahwa ketahanan kesehatan merupakan bagian integral dari ketahanan nasional. Upaya mencapainya memerlukan akselerasi dari pendekatan kuratif-sektoral menuju pendekatan preventif melalui konsep One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
"Regulatory science berfungsi sebagai fondasi pendekatan one health yang menjembatani perkembangan sains dan teknologi dengan kebijakan publik berbasis analisis risiko dan bukti ilmiah. Dengan one health akan membentuk health society hingga terbentuknya ketahanan kesehatan secara nasional untuk Indonesia Maju," ujar Taruna Ikrar dalam siaran pers BPOM, Sabtu, 8 Agustus 2026.

(Foto: BPOM)
Lebih lanjut, Kepala BPOM mengapresiasi peran vital apoteker sebagai garda terdepan dalam pengawalan penggunaan obat rasional, edukasi masyarakat, hingga surveilans keamanan produk. Ia menyebutkan bahwa sekitar 70% pegawai BPOM berasal dari profesi apoteker, sehingga IAI diibaratkan sebagai "rumah" bagi instansi yang dipimpinnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menargetkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dapat meningkat hingga 76 tahun pada 2029, serta Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya yang menilai apoteker memegang peranan strategis dalam keselamatan pasien.
Sementara itu, Ketum PP IAI terpilih, Lilik Yusuf Indrajaya, menyatakan PIT IAI 2026 menjadi momentum penting bagi apoteker untuk meningkatkan kompetensi dan kontribusi nyata bagi sistem kesehatan nasional.








