TVRINews, Banda Aceh
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nuraihan, menegaskan bahwa hoaks dan paparan informasi digital yang tidak benar masih menjadi faktor utama yang memengaruhi keraguan masyarakat terhadap imunisasi anak.
Dalam media briefing bertema Strategi Keberhasilan Mengejar Anak Zero-Dose Imunisasi di Banda Aceh, Nuraihan mengatakan bahwa banyak orang tua saat ini lebih mudah terpengaruh informasi di media sosial dibandingkan penjelasan tenaga kesehatan.
“Banyak orang tua terpapar hoaks dan informasi konspirasi yang tidak berdasar, sehingga muncul keraguan terhadap imunisasi anak,”ujar Nuraihan dalam keterangan yang diterima tvrinews di Kota Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menyebutkan, berbagai isu yang beredar di masyarakat meliputi kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, isu halal-haram, hingga narasi konspirasi yang menyesatkan.
Menurutnya, persoalan tersebut semakin kuat karena tingginya penggunaan gawai di kalangan orang tua, terutama setelah jam kerja, yang membuat mereka rentan menerima informasi tanpa verifikasi.
“Banyak ayah atau orang tua pulang kerja dalam kondisi lelah, lalu mengakses media sosial. Di situ banyak informasi yang tidak benar tentang imunisasi dan itu sangat memengaruhi keputusan keluarga,”jelasnya.
Nuraihan juga menyoroti bahwa dalam banyak kasus, keputusan imunisasi anak di tingkat keluarga lebih banyak ditentukan oleh ayah.
“Sekitar 56 persen keputusan imunisasi ditentukan oleh ayah. Jadi paparan informasi yang diterima ayah sangat menentukan apakah anak diimunisasi atau tidak,”lanjutnya.
Ia menegaskan, meskipun edukasi sudah dilakukan oleh tenaga kesehatan, tantangan terbesar saat ini adalah melawan informasi salah yang tersebar cepat di ruang digital.
Karena itu, ia mendorong keterlibatan semua pihak, termasuk media, untuk memperkuat edukasi publik dan meluruskan hoaks yang beredar di masyarakat.
“Media memiliki peran penting untuk membantu meluruskan informasi yang salah dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi,”tuturnya.










