TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri melalui penguatan sosialisasi dan peningkatan kompetensi calon pekerja migran.
Hal itu disampaikan Christina usai menerima Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi untuk meningkatkan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Gorontalo.
Menurut Christina, pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu berkolaborasi agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih luas mengenai peluang bekerja di luar negeri sekaligus dipersiapkan dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja global.

"Kami membahas potensi apa saja yang bisa dioptimalkan untuk peningkatan penempatan pekerja migran asal Gorontalo serta berbagai langkah yang dapat dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempersiapkan calon pekerja migran yang kompeten dan berdaya saing," kata Christina dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 30 Juni 2026.
Berdasarkan data Kementerian P2MI, jumlah penempatan pekerja migran asal Gorontalo masih relatif rendah. Sepanjang 2025 tercatat hanya 33 orang yang bekerja di luar negeri, sedangkan hingga Juni 2026 jumlahnya baru mencapai 30 orang.
Mayoritas pekerja migran asal Gorontalo bekerja di Jepang, Arab Saudi, Malaysia, dan Hong Kong. Christina menilai angka tersebut menunjukkan masih besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan apabila masyarakat mendapatkan informasi yang memadai mengenai kesempatan kerja di luar negeri.
"Angka tersebut menunjukkan masih besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan apabila masyarakat memperoleh informasi yang memadai serta dipersiapkan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja global," ujarnya.
Ia menegaskan, Kementerian P2MI siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja di luar negeri, sekaligus meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia asal Gorontalo agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
"Melalui sinergi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat Gorontalo yang dapat memanfaatkan peluang kerja luar negeri secara aman, legal, dan profesional," ucapnya.










