TVRINews, Manokwari
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) menyusun modul pembelajaran berbasis kearifan lokal Papua bagi siswa di Kabupaten Manokwari. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui materi pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus melestarikan budaya daerah.
Modul tersebut mengangkat berbagai unsur kehidupan masyarakat Papua, mulai dari bahasa, cerita rakyat, permainan tradisional, kesenian, adat istiadat, hingga kebiasaan sehari-hari. Aktivitas keluarga di kebun maupun makanan yang akrab bagi anak-anak, misalnya, dapat menjadi sarana untuk mengenalkan konsep pelajaran di sekolah.
Koordinator Tim 7 TEP Unair, Imam Gazi, menjelaskan bahwa penyusunan materi mempertimbangkan kondisi pendidikan yang ditemukan di lapangan, termasuk perbedaan kemampuan membaca siswa dan keterbatasan buku ajar.
"Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan murid untuk menjawab ketimpangan literasi lintas fase dan keterbatasan buku ajar," kata Imam dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 19 Oktober 2026.
Penyusunan modul juga melibatkan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan melalui diskusi kelompok pada 29 September 2026. Masukan yang dihimpun menjadi bahan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan karakteristik siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Parjiyanti, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kemajuan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal.
"Saya percaya Tim Ekspedisi Patriot juga bersama-sama bekerja dengan kita untuk menghasilkan satu modul ajar yang nantinya menjadi pedoman dan praktik baik yang bisa kita ambil. Kearifan lokal ini akan mendorong kita untuk maju. Perkembangan zaman bukan mendorong kita untuk melupakan kearifan lokal, tetapi keduanya berjalan seiring," ujar Parjiyanti.
Ia berharap pendekatan pembelajaran tersebut dapat membentuk generasi Manokwari yang cerdas dan berkarakter tanpa melupakan nilai-nilai budaya daerahnya.
Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
"Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, tidak mungkin kita menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik, pendidikan kita tidak berhasil," ucap Prabowo dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2025.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan mengakses pendidikan, termasuk bagi keluarga kurang mampu.
"Pendidikan itu sangat mendasar. Ketika keluarga kurang mampu tidak memiliki kapasitas untuk menyekolahkan putra-putrinya, maka negara harus hadir, pemerintah hadir," tutur AHY saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Kota Jayapura pada 18 September 2026.
Pada tahap berikutnya, TEP Unair berencana menguji penggunaan modul dalam kegiatan pembelajaran. Tim akan mengamati perkembangan kemampuan siswa serta menghimpun masukan dari guru sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan materi.
Melalui program ini, TEP Unair berharap dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa, memperkuat kemampuan literasi, dan menjaga keberlanjutan kearifan lokal masyarakat Papua, khususnya di kawasan transmigrasi Prafi, Manokwari.










