TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan sekolah harus menjadi ruang yang mendorong peserta didik tumbuh sebagai pribadi mandiri, kreatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan di lingkungan sekitarnya.
Menurut Fajar, proses pendidikan perlu dirancang agar siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata.
Ia menilai pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) menjadi salah satu cara untuk membangun kemampuan berpikir kritis, literasi, numerasi, hingga keterampilan pemecahan masalah pada peserta didik.
“Yang paling penting adalah prosesnya. Ketika anak-anak terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat, di situlah pendidikan menemukan maknanya. Sekolah harus menjadi ruang yang menumbuhkan inovasi dan kemandirian,”kata Fajar dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Juni 2026.
Fajar juga menyoroti pentingnya penerapan disiplin positif di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kedisiplinan sebaiknya dibangun melalui kesadaran dan tanggung jawab bersama, bukan sekadar paksaan.
“Jadi disiplinnya berdasarkan kesadaran, bukan paksaan,”tuturnya.
Ia mengapresiasi model pembelajaran berbasis proyek yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi persoalan, merancang solusi, menjalankan program, hingga membagikan hasil pembelajaran kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut dinilai mampu membentuk karakter peserta didik yang lebih aktif, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial.
Selain itu, Fajar juga menilai penguatan budaya literasi dan kewirausahaan di sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Melalui berbagai proyek kreatif dan usaha yang dijalankan siswa, peserta didik dapat belajar menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga perlu memperkuat karakter, kecerdasan sosial, dan nilai-nilai budaya lokal agar siswa memiliki kemampuan yang utuh dalam menghadapi tantangan masa depan.










