TVRINews, Bogor
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan bahwa kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan wujud nyata dari visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Program ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan.
“Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan pelaksanaan dari arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dalam rangka membangun generasi dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” kata Mu’ti saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT angkatan pertama di Bogor, Jawa Barat, Senin 10 Agustus 2026.
Pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini, angkatan pertama SNT resmi berjalan dan tersebar di 17 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Sebarannya mencakup kawasan dari Subulussalam di Aceh hingga Tidore Kepulauan di Maluku Utara.
Mu’ti menjelaskan bahwa program SNT sejalan dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), khususnya Pasal 5 Ayat 4. Regulasi tersebut menjadi landasan konstitusional bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan khusus bagi anak-anak yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa.
“Di dalamnya disebutkan warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak mendapatkan pendidikan khusus,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa para siswa SNT yang tersebar di 17 daerah merupakan bagian dari sejarah baru dalam perjalanan pendidikan nasional. Apresiasi turut disampaikan kepada para guru serta kepala daerah yang mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
“Kita semua sedang memulai langkah baru, membuat sejarah baru. Dan kalian semua para murid, para guru, dan bapak-bapak kepala daerah adalah pionir, pelopor dan mitra kami dalam rangka mewujudkan cita-cita proklamasi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap Mu’ti.
Sebagai salah satu program prioritas bidang pendidikan yang digagas Presiden Prabowo, SNT dirancang melalui Kemendikdasmen untuk meratakan kualitas pendidikan. Program ini menggabungkan jenjang pendidikan dalam satu kawasan modern yang dapat diakses secara gratis oleh siswa berprestasi.









