TVRINews – Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara merupakan instrumen perjuangan utama pemerintah dalam mewujudkan kemakmuran yang merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat.
Kemerdekaan sebuah bangsa tidak sekadar dimaknai sebagai kebebasan dari penjajahan atau berkibarnya bendera kebangsaan di tiang tertinggi. Lebih dari itu, esensi kemerdekaan harus mampu dirasakan secara nyata oleh setiap warga negara melalui pemenuhan kebutuhan dasar yang layak.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pidatonya di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Jumat 14 Agustus 2026.
Di hadapan para pemangku kebijakan, Kepala Negara menggarisbawahi bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memegang peran vital sebagai instrumen perjuangan berkelanjutan demi mencapai kesejahteraan sosial.
"Kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat kita, kemerdekaan harus terasa di ruang kelas anak kita, terasa di puskesmas dan rumah sakit, dan di masa depan keluarga Indonesia. Itulah mengapa APBN berfungsi sebagai alat perjuangan," ujar Presiden Prabowo dalam pidato resminya.

(Presiden prabowo saat paparan di DPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026. [Foto: Youtube Setpres])
Dalam pandangan pemerintah, siklus fiskal yang dikelola negara bukan sekadar instrumen akuntansi makroekonomi, melainkan manifestasi nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Setiap kebijakan fiskal yang dirumuskan harus berorientasi pada hasil yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya akuntabilitas dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Prinsip kehati-hatian serta ketepatan sasaran menjadi landasan utama agar dana publik yang dihimpun melalui pajak dan sumber pendapatan lainnya dapat memberikan pengembalian sosial yang optimal.
"Setiap rupiah yang dikumpulkan harus menjadi harapan nyata bagi rakyat kita," tambahnya.
Presiden Prabowo, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan alokasi anggaran secara transparan dan berkeadilan.
Kebijakan fiskal yang berfokus pada kesejahteraan rakyat ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tengah dinamika global yang terus berubah.










