TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui digitalisasi ruang kelas. Pemerintah akan melengkapi sekolah dengan Interactive Flat Panel (IFP) atau layar interaktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Prabowo mengatakan seluruh ruang kelas nantinya akan dilengkapi dengan layar interaktif. Pemerintah menargetkan pada akhir Desember 2026 setiap sekolah mendapatkan tambahan tiga layar IFP.
“Di akhir bulan Desember 2026 kita perjuangkan semua sekolah akan menerima tambahan tiga layar untuk tiap sekolah,”kata Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Dengan tambahan tersebut, Prabowo menargetkan pada akhir 2026 setiap sekolah di Indonesia memiliki empat ruangan yang dilengkapi IFP. Sebelumnya, sebagian sekolah telah menerima satu perangkat IFP.
Prabowo mengatakan penggunaan IFP akan memudahkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Teknologi tersebut diharapkan dapat membuka akses pembelajaran yang lebih interaktif dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Selain digitalisasi kelas, pemerintah juga menyiapkan pembelajaran jarak jauh atau long distance learning melalui siaran pendidikan.
“Kita juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh,”lanjutnya.
Melalui program tersebut, guru-guru terbaik nantinya dapat mengajar dari studio guru yang berada di Jakarta maupun ibu kota provinsi.
“Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota-ibu kota provinsi,”ucapnya.
Prabowo berharap langkah tersebut dapat memberikan akses terhadap pendidikan berkualitas bagi siswa di berbagai wilayah Indonesia.
“Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan,” tegas Prabowo.










