TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mendorong munculnya pengembang-pengembang baru yang bertanggung jawab dan berkualitas untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
Hal tersebut disampaikan Maruarar saat berdiskusi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta sejumlah pengembang senior nasional di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Maruarar mengatakan, regenerasi pengembang menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perumahan nasional yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah tidak hanya membutuhkan peningkatan jumlah pembangunan rumah, tetapi juga pelaku usaha yang mampu menyediakan hunian berkualitas bagi masyarakat.
"Untuk Republik ini kita harus menciptakan pengembang-pengembang baru yang bertanggung jawab dan berkualitas, saya tidak ragu untuk itu," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kemudian, ia menyebut regenerasi pengembang saat ini mulai tumbuh dan akan terus didorong untuk mendukung percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat.
Maruarar juga mengungkapkan, pemerintah akan menggelar akad massal sebanyak 71.000 rumah di Jawa Timur pada Desember 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat realisasi penyediaan rumah bagi masyarakat.
"Jadi sekarang sudah ada regenerasi pengembang perumahan, dan Desember kami akan melaksanakan akad massal 71.000 rumah di Jawa Timur," ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah bersama para pengembang senior turut membahas berbagai program untuk mendukung Program 3 Juta Rumah, mulai dari percepatan Bedah Rumah, penyediaan rumah subsidi melalui FLPP, KUR Perumahan, Rusun Subsidi, hingga penguatan peran swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Kemudian Maruarar menegaskan, keberhasilan Program 3 Juta Rumah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat.
Selain memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, pemerintah juga berupaya menciptakan ekosistem perumahan yang dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah tantangan sektor perumahan, termasuk persoalan pertanahan, tata ruang, harga rumah, pembiayaan, hingga peningkatan kuota rumah subsidi.
Pemerintah berharap sinergi dengan dunia usaha dapat membuat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan tetap mengutamakan kualitas hunian bagi masyarakat.










