TVRINews, Jakarta
Aktivitas vulkanik di Selat Sunda kembali menarik perhatian publik global setelah salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, Anak Krakatau, menunjukkan eskalasi yang signifikan.
Berdasarkan rekaman visual yang berhasil dihimpun oleh akun pemantau cuaca dan fenomena alam @wxchasing pada Minggu 6 Septemebr 2026 , gunung tersebut terekam masih memuntahkan material vulkanik setelah melalui fase erupsi berkelanjutan selama kurang lebih 25 jam.
Dalam dokumentasi visual yang diambil menggunakan pesawat nirawak atau drone tersebut, kepulan tebal debu dan material pijar tampak membubung tinggi ke atmosfer.
Situasi di sekitar kawasan pemantauan juga diwarnai oleh suara gemuruh konstan serta dentuman keras yang bersumber dari kawah, menghadirkan visualisasi nyata mengenai dinamika geologis yang tengah berlangsung di zona megathrust Nusantara.
Hingga berita ini diturunkan, status kewaspadaan tetap berada pada level yang direkomendasikan untuk menjamin keselamatan aktivitas pelayaran di sekitar perairan Selat Sunda.
Sumber: @wxchasing









