TVRINews, Jakarta
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi hasil survei elektabilitas calon presiden (capres) yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam survei tersebut, nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memimpin elektabilitas tertinggi calon presiden apabila pemilihan umum digelar saat ini.
Menurut Dasco, hasil survei bersifat dinamis sehingga wajar jika tingkat elektabilitas setiap tokoh mengalami kenaikan maupun penurunan.
"Ya kan kalau yang namanya survei kan fluktuatif, kadang naik, kadang turun, dan itu kemudian survei yang satu dengan yang lain kadang-kadang ada yang sama, kadang-kadang ada yang beda," kata Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Survei nasional bertajuk “Elektabilitas Calon-Calon Presiden” tersebut dilakukan SMRC pada 5–19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang mewakili warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih.
Dalam simulasi calon presiden, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencatat elektabilitas tertinggi sebesar 35 persen. Di posisi berikutnya terdapat Prabowo Subianto dengan 14,5 persen, disusul Anies Baswedan yang meraih 8,2 persen.
Hasil survei tersebut menempatkan Dedi Mulyadi sebagai tokoh dengan tingkat keterpilihan tertinggi dalam simulasi capres yang dirilis SMRC, sekaligus menunjukkan meningkatnya dukungan publik terhadap mantan Bupati Purwakarta tersebut.









