
Sumber: Kemlu RI
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta menyerukan pentingnya semangat kolektivitas dunia Islam dalam menghadapi dinamika geopolitik global serta melemahnya tata kelola dunia. Seruan tersebut disampaikan dalam seminar bertema "Indonesia and Integration into the Islamic World: New Roadmap” di Kairo, Mesir, Rabu, 4 Februari 2026.
Seminar tersebut diselenggarakan Al Hewar Center for Political and Media Studies bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo dan dihadiri akademisi serta praktisi diplomasi Mesir.
Dalam paparannya, Anis Matta mengulas perjalanan Indonesia membangun jati diri kebangsaan melalui Pancasila yang berlandaskan nilai agama, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.
“Proses tersebut telah membentuk Indonesia sebagai negara Muslim yang demokratis, modern, dan stabil, serta mampu berkontribusi di tingkat regional dan global,” ujarnya.
Anis menilai nilai-nilai Pancasila relevan untuk ditawarkan kepada dunia Islam di tengah transisi global yang ditandai konflik, ketidakpastian, dan kekacauan sistemik.
Ia juga menyoroti fragmentasi dunia Islam serta menurunnya kepercayaan terhadap tata kelola global. Kondisi tersebut, menurut Anis, memerlukan solusi berbasis kebersamaan, kemitraan, dan kemandirian strategis.
“Indonesia, sebagai negara dengan komunitas Muslim terbesar yang demokratis, stabil, dan memiliki otonomi strategis, siap membangun kemitraan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia Islam,” tegasnya.
Seminar ini mendapat respons positif dari peserta. Indonesia dinilai memiliki potensi besar memperkuat integrasi dunia Islam, dengan Mesir sebagai mitra strategis sekaligus hub untuk menjangkau kawasan Afrika dan wilayah dunia Islam lainnya.
Forum tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain penguatan kerja sama antar–lembaga pemikir, kolaborasi media dan penerjemahan untuk mempromosikan narasi positif Islam Indonesia serta kerja sama Selatan–Selatan, hingga fasilitasi pertemuan bisnis di sela kunjungan kenegaraan.
Editor: Redaktur TVRINews
