TVRINews, Jayapura
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendotong perluasan program Sekolah Rakyat. Sebanyak empat Sekolah Rakyat ditargetkan dapat terbangun pada tahun ini.
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri mengatakan, tiga Sekolah Rakyat ditargetkan rampung tahun ini, masing-masing di Kota Jayapura, Sarmi, dan Biak. Selain itu, satu Sekolah Rakyat lainnya juga akan dibangun di Kota Jayapura pada Oktober mendatang.
"Tahun ini kan rampung tiga, tiga daerah. Yang ada di Kota Jayapura yang tadinya harus bangun Waibu, itu tahun ini kita pindahkan di Kota Jayapura harus rampung, kemudian di Sarmi dan di Biak. Kemudian nanti di Oktober besok lagi yang tadinya harus di Waibu yang kita pindahkan ke Kota Jayapura itu juga akan bangun. Jadi tahun ini empat harus terbangun," kata Mathius kepada wartawan, Jumat, 18 September 2026.
Mathius mengatakan, pihaknya berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat terus diperluas pada tahun depan.
"Di tahun depan itu kami berharap bisa lima juga terbangun di semua kabupaten. Sehingga total delapan kabupaten satu kota di Provinsi Papua bisa ada Sekolah Rakyat-nya," harapnya.
Pada tahap awal, lanjut Mathius, setiap Sekolah Rakyat ditargetkan menampung sekitar 100 siswa. Jumlah tersebut masih dapat bertambah setelah program berjalan lebih luas.
"Kalau target siswa ini kan 100 orang ya, per sekolah. Ya rintisan ya, rintisan, rintisan. Nanti kan kalau sudah terbuka mungkin bisa lebih banyak," sebutnya.
Menurut Mathius, pola pendidikan berbasis asrama dapat membantu memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Papua, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ia pun berharap program Sekolah Rakyat dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat asli Papua.
"Kami sangat berharap program ini kan program untuk mengakomodir orang-orang asli Papua. Pola asrama ini sangat baik untuk meningkatkan pendidikan bagi anak-anak kami yang mungkin tidak bisa mendapat kesempatan bersekolah sebagaimana saudara-saudaranya lain, karena mungkin keterbatasan ekonomi keluarga," pungkasnya.










