TVRINews, Jakarta
Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memasuki dunia kerja, termasuk di tingkat internasional.
Salah satunya dirasakan Fifayu Zuhara Malelestari, peserta PKK Spa Terapis di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta. Setelah mengikuti pelatihan, Fifayu bersiap melanjutkan proses penempatan kerja sebagai spa terapis di Turki.
“Harapan saya lulus dari sini (menjadi) kompeten, dan juga bisa menambah skill saya. Kerja di sana juga salah satu mimpi saya karena yang pertama gaji di luar negeri itu cukup besar dan Saya mau belajar budaya, bahasa baru di luar negeri,”ujar Zuhara dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 18 September 2026.
Selama pelatihan, Fifayu mengaku keterampilan pijat menjadi salah satu kemampuan yang paling bermanfaat untuk menunjang pekerjaannya sebagai spa terapis. Ia juga berharap dapat memperoleh pengalaman baru selama bekerja di Turki, termasuk mempelajari bahasa dan budaya setempat.
Peserta lainnya, Khana Sus Nurprasetyo, merupakan lulusan SMK bidang kecantikan yang mengetahui informasi pelatihan PKK Spa Terapis melalui media sosial.
Menurut Khana, keterampilan massage atau wellness memiliki peluang di industri spa karena membutuhkan kemampuan yang bersifat langsung dan sulit sepenuhnya digantikan teknologi.
“Kesempatan untuk kerja di luar negeri itu untuk mengembangkan skill dan bakat saya, untuk mengembangkan keterampilan, belajar budaya lain supaya tidak stuck di sini saja. Semoga program-program seperti ini tetap terbuka luas sehingga lebih banyak peserta yang bisa belajar, bisa berlatih, dan mendapatkan pengalaman seperti yang saya dapatkan,”ungkap Khana Sus.
Membawa Nama Indonesia
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, alumni lembaga kursus dan pelatihan serta SMK yang bekerja di luar negeri tidak hanya mendapatkan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga membawa nama Indonesia di lingkungan kerja internasional.
“Alumni lembaga kursus dan pelatihan serta SMK yang kita lepas untuk bekerja ke mancanegara membawa misi untuk Indonesia, mereka adalah para pahlawan, para pejuang yang tidak hanya mereka berusaha memperbaiki kualitas hidupnya secara pribadi tapi juga membawa nama bangsa dan negara di manapun mereka bekerja,”ungkap Mu’ti.
Abdul Mu’ti juga menyebut keberadaan lembaga kursus penting dalam membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita, tanpa dibatasi latar belakang ekonomi maupun status sosial.
“Keberadaan lembaga-lembaga kursus ini menjadi bagian penting dari bagaimana kita memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia dimanapun mereka berada, apapun keadaan ekonominya, apapun status sosialnya mereka semua adalah anak-anak Indonesia yang harus kita dampingi, kita bantu untuk meraih mimpi-mimpi bagi kemajuan dirinya dan tentu saja bagi kualitas dan kemajuan bangsa dan negara,” ucapnya.
Ia menambahkan, pelatihan keterampilan perlu mencakup hard skill dan soft skill, sekaligus tetap memberikan sentuhan manusiawi dalam proses pembelajaran. Pelatihan juga dinilai perlu memasukkan unsur entrepreneurship agar lulusan memiliki pilihan untuk mengembangkan usaha, selain bekerja sebagai karyawan.
2.883 Alumni Dilepas
Pelepasan alumni tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang berlangsung di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menyampaikan, sebanyak 2.883 alumni PKK dari 20 LKP dilepas untuk bekerja di sejumlah negara.
Para alumni tersebut akan ditempatkan di Bulgaria sebanyak 1.831 orang, Jepang 692 orang, Turki 212 orang, dan Malaysia 76 orang.
Tatang mengatakan, kesempatan bekerja di luar negeri dapat dimanfaatkan alumni untuk menambah pengalaman sekaligus menunjukkan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan nonformal Indonesia.
“Mereka bukan hanya membawa keterampilan, tetapi juga membawa nama baik bangsa Indonesia. Mereka bekerja di berbagai sektor: industri manufaktur, garmen, spa dan estetika, perhotelan, hingga jasa pelayanan di berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Mereka adalah bukti nyata bahwa pendidikan nonformal Indonesia mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global,”kata Tatang.
Sementara itu, Direktur LKP Puspita Martha International Beauty School Wulan Maharani Tilaar mengatakan, lembaganya telah dipercaya menyelenggarakan PKK Platinum sejak 2021.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kecantikan dan spa agar memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri serta mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain penyelenggaraan PKK, Puspita Martha juga menjalin kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pengembangan kredensial mikro bagi instruktur LKP dan guru SMK, serta penyusunan kurikulum dan materi pendidikan kursus keterampilan berbasis industri.










