
Foto: Lembah Harau (TVRINews/HO-Kemenparekraf)
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Sumatera Barat
Objek wisata Lembah Harau yang terletak di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan.
Sejak libur sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru, jumlah wisatawan yang datang ke Lembah Harau tercatat mencapai angka ribuan orang per hari.
Pada hari biasa dan akhir pekan, jumlah pengunjung hanya berkisar ratusan orang, namun selama periode liburan, kunjungan bisa mencapai antara 1.000 hingga 1.500 wisatawan per hari.
"Selama libur sekolah dan libur Natal-Tahun Baru, jumlah wisatawan yang datang ke Lembah Harau meningkat drastis, mencapai ribuan orang per hari," ujar salah seorang pengelola objek wisata tersebut.
Kunjungan yang melonjak ini tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, mengingat tingginya permintaan akan berbagai layanan wisata di kawasan tersebut.
Sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Lembah Harau berasal dari provinsi-provinsi sekitar, seperti Riau, Jambi, Bengkulu, dan Palembang, Sumatera Selatan.
Wisatawan ini didominasi oleh mereka yang tertarik menikmati wisata alam, khususnya wisata air yang menjadi daya tarik utama di Lembah Harau.
Harga tiket masuk ke Lembah Harau masih tergolong terjangkau, yakni Rp5.000 per orang, meski sebelumnya telah ada peraturan daerah yang menetapkan kenaikan harga menjadi Rp10.000.
Meski demikian, harga tiket yang masih rendah ini tidak mengurangi minat wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.
Selain kawasan Lembah Harau, wisatawan yang datang juga mengunjungi berbagai objek wisata lainnya di sekitar wilayah tersebut, seperti kawasan wisata Kapalo Banda (Wakanda) di Nagari Taram dan pemandian di Batang Tabik, yang semakin menambah pilihan destinasi bagi para pelancong.
Peningkatan jumlah kunjungan ini mencerminkan potensi besar Lembah Harau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, yang mampu menarik wisatawan baik dari dalam provinsi maupun luar provinsi.
Pemerintah setempat berharap ke depannya objek wisata ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Editor: Rina Hapsari
