TVRINews, Balikpapan
Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperluas perhatian terhadap sekolah swasta mendapat respons positif dari sejumlah pemimpin organisasi keagamaan. Di mana, langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan merata.
Apresiasi itu disampaikan dalam diskusi pendidikan pada rangkaian Hari Doa Nasional 2026 yang digelar Forum Masyarakat Kristen Indonesia (FMKI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, serta dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq.
Dalam kesempatan itu, Fajar menegaskan pemerintah tengah mengubah pendekatan pembangunan pendidikan. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak lagi hanya difokuskan pada sekolah negeri, tetapi juga mencakup sekolah swasta yang selama ini turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami ingin memastikan sekolah negeri maupun swasta mendapatkan perhatian yang sama. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia tanpa membedakan latar belakang apa pun,” ujar Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 5 Juli 2026.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, antara lain revitalisasi satuan pendidikan, pemerataan distribusi guru, penguatan sekolah swasta, serta penyempurnaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Berdasarkan data Kemendikdasmen, sepanjang 2025 lebih dari 16 ribu satuan pendidikan memperoleh bantuan revitalisasi. Sekitar 23 persen di antaranya merupakan sekolah swasta. Sementara pada 2026, sebanyak 540 sekolah Kristen dari jenjang PAUD hingga SMK juga menerima program serupa.
Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Aloysius Budi, menilai pembangunan pendidikan seharusnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas dan kualitas tenaga pendidik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, pendidikan harus mampu menanamkan nilai kasih, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu hidup berdampingan di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Ketua Umum Persekutuan Baptis Indonesia, Pdt. Rendy Chuang, menilai perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta merupakan langkah yang patut diapresiasi. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
Menutup diskusi, Fajar mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara dan mampu berkembang secara optimal.










