TVRINews, Jakarta
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi pejabat di tingkat kepolisian daerah dengan melantik enam kepala kepolisian daerah (Kapolda) baru. Serah terima jabatan dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pergantian tersebut mencakup Kapolda Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Barat Daya. Rotasi ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi untuk memperkuat kepemimpinan sekaligus menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di daerah.

Dalam mutasi tersebut, Irjen Pol. Ruddi Setiawan resmi menjabat Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah. Sementara jabatan Kapolda Sumatera Barat kini diemban Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy setelah menggantikan Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta.
Di Jawa Barat, tongkat komando berpindah dari Komjen Pol. Rudi Setiawan kepada Irjen Pol. Pipit Rismanto. Posisi yang ditinggalkan Pipit sebagai Kapolda Kalimantan Barat selanjutnya diisi Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar.
Rotasi juga dilakukan di Polda Kalimantan Utara dengan penunjukan Irjen Pol. Agus Wijayanto sebagai Kapolda menggantikan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy. Sementara di Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan mutasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier yang rutin dilakukan di lingkungan Polri. Menurutnya, pergantian pejabat juga menjadi langkah untuk menjaga organisasi tetap adaptif terhadap perkembangan situasi dan tantangan tugas.
“Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 5 Juli 2026.
Ia menambahkan, para pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dengan wilayah tugas masing-masing serta melanjutkan berbagai program yang telah berjalan. Selain itu, mereka juga diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam aspek perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum.
Menurut Johnny, rotasi kepemimpinan menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat terus berjalan secara optimal di seluruh wilayah Indonesia.










