TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mulai mematangkan kesiapan operasional empat SMA Unggul Garuda dengan memberikan pembekalan kepada 54 tenaga pendidik yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Di mana, pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang dimulainya tahun ajaran baru sekaligus upaya membangun fondasi sekolah yang diproyeksikan menjadi model pendidikan unggulan nasional.
Selama empat hari, para peserta mendapatkan materi mengenai penyusunan kurikulum, tata kelola sekolah, sistem asrama, penguatan karakter, hingga strategi penerapan standar pendidikan internasional. Workshop juga menghasilkan sejumlah dokumen yang akan menjadi acuan operasional sekolah.
Pada penutupan kegiatan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan bahwa keberhasilan SMA Unggul Garuda sangat bergantung pada kualitas para pendidik yang mengelola proses pembelajaran.
Menurut Stella, sekolah tersebut merupakan investasi jangka panjang pemerintah untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.
“Sekolah Garuda adalah visi besar Presiden. Kunci keberhasilannya ada pada para pendidik. Kami percaya Bapak dan Ibu yang telah melalui proses seleksi akan mampu melahirkan pemimpin masa depan yang berwawasan global sekaligus memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan bangsanya,” ujar Stella dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 5 Juli 2026.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengingatkan bahwa pendidikan unggul tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. Menurutnya, integritas dan kematangan karakter harus menjadi landasan utama dalam membentuk peserta didik.
“Unggul bukan hanya soal kecerdasan atau kesehatan, tetapi juga kewarasan. Artinya memiliki integritas, rasa tanggung jawab, dan komitmen kepada bangsa, masyarakat, serta keluarga,” kata Fauzan.
Ia menilai para tenaga pendidik SMA Unggul Garuda memegang peran penting dalam membangun budaya sekolah sejak awal. Karena itu, mereka dituntut terus belajar, beradaptasi, dan menjadi teladan bagi para siswa.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menjelaskan workshop tersebut juga menghasilkan berbagai perangkat pendukung operasional sekolah, di antaranya Kurikulum Satuan Pendidikan, panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), regulasi kehidupan asrama, indikator kinerja utama, pengembangan Learning Management System (LMS), hingga peta jalan menuju penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB).
Selain itu, peserta memperoleh berbagai praktik baik dari sistem pendidikan internasional, termasuk penguatan kemampuan bahasa asing, layanan college counselor, pemanfaatan perpustakaan digital dan jurnal ilmiah, serta strategi peningkatan kualitas akademik siswa.
Usai mengikuti pembekalan, para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru akan mulai menjalankan tugas di masing-masing SMA Unggul Garuda. Kemdiktisaintek berharap sekolah tersebut dapat menjadi pusat lahirnya talenta-talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.










