TVRINews, Nagoya
Tim Indonesia membidik raihan medali emas pertama di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 usai mengawali hari pertama kompetisi dengan koleksi satu perak dan empat perunggu.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menegaskan bahwa seluruh kontingen kini berfokus mengejar target tertinggi tersebut di tengah persaingan yang makin ketat.
“Memang yang kita tunggu, kita bisa mendapatkan medali emas,” kata Todotua dalam keterangannya yang diterima, Senin 21 September 2026.
Meski masih berburu emas pertama, Todotua mengapresiasi capaian lima medali awal yang diraih para atlet Merah Putih pada hari pertama setelah pembukaan.
“Hari ini kita cukup surprise. Hari ini dulangan medali yang kita peroleh itu signifikan, satu perak, empat perunggu. Kita cukup surprise dan happy banget,” ujarnya.
Ia berharap ritme positif ini terus terjaga sepanjang penyelenggaraan kejuaraan, mengingat sejumlah cabang olahraga mulai menembus fase krusial.
“Mudah-mudahan ke depan konsistensi dan ritmenya ini bisa tetap berkesinambungan. Kita monitor ada pertandingan yang sudah mulai masuk quarter dan semifinal, ini artinya peluang kita untuk mendapatkan medali cukup baik,” katanya.
Perjuangan kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Todotua mengungkapkan, Sekretaris Kabinet telah menyampaikan dukungan presiden yang berencana menyapa langsung para atlet peraih emas melalui panggilan video.
“Semalam itu dikasih kabar sama Pak Seskab, ‘Bang, tetap semangat.’ Pak Presiden memonitor dan bahkan Pak Presiden menyatakan beliau bersedia kalau nanti ada emas, bisa langsung video call dengan beliau,” kata Todotua.
“Jadi memang ini benar-benar dimonitor, supporting, dukungan, dan kita komunikasikan terus dengan cabang olahraga,” lanjutnya.
Guna menjaga konsentrasi atlet, pihak CdM memastikan penanganan seluruh persoalan logistik dan nonteknis berada di bawah koordinasi tim CdM bersama OCA dan INAGOC.
“Untuk atlet dan ofisial yang belum datang karena schedule mereka masih nanti, tetap yakin dan percaya, tetap fokus di pertandingan. Serahkan ke kami untuk urusan nonteknisnya,” tegasnya.
Tim Indonesia juga mengaktifkan *command centre* serta tim monitoring untuk memantau dinamika cuaca di Jepang, termasuk mengantisipasi potensi siklon tropis (*typhoon*).
“Terus fokus, terus kita persiapkan fisik dan mental. Harapannya, kondisi seperti ini, potensi medali dan bisa lebih banyak kita dapatkan,” kata Todotua.










