TVRINews, Sumatera Utara
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif yang terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penguatan dilakukan melalui program Literasi Bisnis yang membekali pelaku usaha dengan pengetahuan manajemen bisnis, keuangan, hingga akses pembiayaan.
Kegiatan yang digelar Direktorat Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf tersebut berlangsung di Gedung Sanggar Seni Sopo Daganak, Kecamatan Batang Toru. Sebanyak 50 pelaku usaha kreatif lokal mengikuti kegiatan tersebut.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan, pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, pemulihan tidak hanya ditujukan agar pelaku usaha dapat kembali berjualan, tetapi juga memiliki kapasitas lebih kuat untuk mengembangkan dan mempertahankan usahanya.
"Pelaku ekonomi kreatif harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Kami ingin mereka tidak hanya kembali menjalankan usaha, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk tumbuh dan bertahan," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip Senin, 21 September 2026.
Riefky menambahkan, keberlanjutan usaha dan penghidupan masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah setelah terjadi bencana.

[Foto: TVRINews/HO-Kemenekraf]
Sementara itu, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekraf, Anggara Hayun Anujuprana menekankan pentingnya kesiapan dasar pelaku usaha sebelum memasuki tahap pendampingan dan integrasi pembiayaan.
"Pemulihan usaha bukan semata soal kembali berjualan, melainkan bagaimana pelaku ekonomi kreatif membekali diri dengan pengetahuan dan kesiapan untuk membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Anggara.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Ekraf memberikan materi pengantar manajemen bisnis. Pelaku usaha juga mendapatkan pemaparan dari Bank Mandiri mengenai skema dukungan perbankan.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Sumatera Utara memberikan edukasi terkait pencegahan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, serta pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Trianta Hadil Khoiri Dairiyawan menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan kerja sama lintas sektor karena tidak dapat ditangani oleh satu pihak.
Program Literasi Bisnis ini menjadi tahap awal dalam ekosistem pemulihan usaha yang lebih komprehensif. Pelaku ekraf yang memenuhi kriteria akan melanjutkan proses melalui tahap kurasi, mentoring, hingga pitching session.
Melalui tahapan tersebut, pelaku usaha akan dihubungkan dengan investor dan lembaga pembiayaan yang relevan. Perkembangan bisnis peserta juga akan dipantau secara berkala untuk memastikan fasilitasi yang diberikan berjalan efektif.
Kementerian Ekraf berharap program tersebut dapat membantu pelaku ekonomi kreatif di Tapanuli Selatan memperbaiki pengelolaan usaha dan keuangan, memperoleh akses pembiayaan, serta membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan setelah terdampak bencana.










