TVRINews, Jakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) mencapai 319 wilayah pada minggu ketiga September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 314 kabupaten/kota.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, peningkatan jumlah wilayah dengan kenaikan IPH juga cukup signifikan jika dibandingkan dengan minggu keempat Agustus 2026 yang hanya mencapai 242 kabupaten/kota.
"Minggu ketiga September 2026 terjadi peningkatan jumlah kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami kenaikan, yaitu menjadi 319 kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami peningkatan," ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin, 21 September 2026.
Menurut Ateng, kenaikan IPH pada minggu ketiga September terutama terjadi di sejumlah wilayah di luar Jawa dan Sumatera.
Sulawesi Utara tercatat sebagai provinsi dengan kenaikan IPH tertinggi, yakni 12,45 persen, disusul Gorontalo sebesar 10,25 persen. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga cabai rawit, cabai merah, daging sapi, dan beras.
Selain itu, Maluku Utara mencatat kenaikan IPH sebesar 5,53 persen dan Sulawesi Tengah sebesar 4,92 persen. Sementara Sulawesi Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur mengalami kenaikan IPH pada kisaran 3 hingga 5,5 persen.
Sejumlah komoditas yang turut memberikan tekanan harga di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Pada tingkat kabupaten/kota, sejumlah wilayah dengan kenaikan IPH tertinggi juga berada di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, misalnya, mencatat kenaikan IPH sebesar 15,71 persen.
Di Sulawesi Utara, kenaikan IPH dua digit tercatat di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Bitung, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Di sisi lain, BPS mencatat masih terdapat sejumlah wilayah dengan perubahan IPH relatif rendah, yakni di bawah 1 persen. Wilayah tersebut antara lain Papua, Papua Barat, hingga Maluku.
"Walaupun demikian, ada beberapa wilayah yang perubahan IPH-nya itu di bawah 1 persen, yaitu di Papua, Papua Barat sampai dengan di Maluku," pungkasnya.










