TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengajak siswa SD Inpres Noelbaki, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat sebagai bekal menuju generasi unggul di masa depan.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam program “Pagi Ceria” yang digelar di bawah suasana cerah pagi hari, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dan Wakil Bupati Kupang Yosef Lede berinteraksi langsung dengan ratusan siswa.
Kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), sebagai bagian dari implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat (7 KAIH).
“Kalian adalah harapan masa depan Indonesia. Dalam 19 tahun ke depan, kalian harus menjadi generasi hebat. Karena itu, biasakan menerapkan 7 kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai karakter seperti beriman dan bertakwa, menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, hidup rukun dengan teman, serta mencintai tanah air.
“Lakukan nilai-nilai itu agar kalian tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,”ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendikdasmen ke wilayahnya. Ia menilai kehadiran tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di daerah.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan berbagai program yang telah diberikan untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Kupang,”ungkap Yosef.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Inpres Noelbaki Armada Anin mengungkapkan rasa syukur atas berbagai bantuan dari pemerintah, termasuk program revitalisasi sekolah, penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), pojok baca, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menjelaskan, sekolahnya menerima anggaran revitalisasi lebih dari Rp3,8 miliar yang digunakan untuk pembangunan dan rehabilitasi fasilitas, termasuk ruang kelas, perpustakaan, toilet, hingga rumah dinas guru.
“Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,”ujar Armada.
Kegiatan “Pagi Ceria” ditutup dengan penandatanganan prasasti revitalisasi tahun 2026 serta penyerahan bantuan buku literasi untuk pojok baca.
Abdul Mu’ti berharap, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi siswa.
“Semoga sekolah ini menjadi tempat yang ASRI, sehingga anak-anak NTT tumbuh menjadi generasi hebat, cerdas, dan berkarakter,” pungkasnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah.










