TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi Jakarta sebagai kota global. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Dalam rapat tersebut, Rano Karno membacakan pidato Gubernur yang menyoroti arah pembangunan Jakarta menuju kota berdaya saing global sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.
Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Jakarta ditargetkan dapat menembus jajaran 50 kota global dunia pada 2030, dengan penguatan pada sektor ekonomi, keberlanjutan, serta peningkatan kesejahteraan warga.
“Jakarta terus bergerak menuju kota global yang kompetitif dan berkelanjutan, dengan tujuan akhir menempatkan diri dalam 50 besar kota global dunia pada tahun 2030,” demikian kutipan pidato yang dibacakan Rano Karno, Senin, 22 Juni 2026.
Dari sisi ekonomi, Jakarta mencatat kinerja yang relatif stabil. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sejumlah indikator lain juga menunjukkan perbaikan, seperti inflasi yang terkendali, investasi yang meningkat, serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Pemprov DKI menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Di bidang pendidikan, program bantuan seperti KJP Plus Tahun 2026 telah menjangkau lebih dari 707 ribu pelajar, sementara KJMU diberikan kepada lebih dari 15 ribu mahasiswa. Selain itu, program sekolah swasta gratis diterapkan di 103 sekolah, disertai kebijakan pemutihan ijazah dan perluasan beasiswa daerah.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah melanjutkan penguatan layanan melalui pembangunan fasilitas kesehatan baru, termasuk RS Royal Batavia Cakung dan rencana rumah sakit berstandar internasional di Grogol Petamburan. Layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah melalui Pasukan Putih serta layanan kesehatan mental 24 jam JakCare juga terus dikembangkan.
Sementara itu, program bantuan sosial seperti Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ) telah disalurkan kepada 187.706 penerima manfaat.
“Seluruh program tersebut menjadi fondasi untuk memastikan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial bagi warga Jakarta,” ujar Rano dalam pidatonya.
Selain pembangunan manusia, Pemprov DKI juga melakukan penataan kota melalui pengembangan infrastruktur, revitalisasi kawasan, perluasan ruang terbuka hijau, pembangunan embung, serta perluasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan H.R. Rasuna Said.
Penguatan transportasi publik turut menjadi fokus melalui pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dan LRT Jakarta Fase 1B sebagai bagian dari pengembangan kota berbasis transit (TOD).
Rano juga menyampaikan bahwa sejumlah capaian pembangunan mulai terlihat, termasuk peningkatan peringkat Jakarta dalam Global Cities Index, posisi ke-17 kota dengan transportasi publik terbaik dunia, serta predikat kota teraman kedua di Asia Tenggara.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, DPRD, hingga masyarakat,” katanya.
Menjelang usia 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kota yang maju, berkelanjutan, dan inklusif.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Jakarta yang lebih manusiawi, terbuka, dan berdaya saing global,” tutup Rano.










