TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menetapkan pasangan Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti dari DKI Jakarta sebagai Terbaik I Duta Bahasa Nasional 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Graha Utama, Kemendikdasmen, Jakarta. Ajang ini sekaligus menandai 20 tahun perjalanan program Duta Bahasa sejak pertama kali digelar pada 2006.
Mengusung tema “Matribahasa-Matribumi”, Duta Bahasa Nasional 2026 menempatkan bahasa ibu sebagai akar yang menopang bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sekaligus membentuk identitas ibu pertiwi.
Bahasa juga dipandang bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi menjadi jembatan pemersatu keragaman etnis, budaya, dan geografis yang berkembang dalam perjalanan sejarah bangsa.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berpesan agar para Duta Bahasa menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia sekaligus penggerak kecintaan terhadap bahasa dan sastra, khususnya di kalangan generasi muda.
“Peran dan amanah tersebut tidak berhenti pada rangkaian kegiatan atau masa penugasan, tetapi diharapkan terus tumbuh menjadi komitmen dan gerakan yang berkelanjutan. Saya berharap para Duta Bahasa dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang menguatkan partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui dukungan nyata dan peran aktif, kolaboratif, serta berdampak,”kata Hafidz dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 20 September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, mengatakan pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi tingkat provinsi, pembekalan, penjurian final hingga penganugerahan tingkat nasional.
Menurut Hidayat, program unggulan Badan Bahasa tersebut menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda yang terbina dan dapat menjadi mitra Badan Bahasa dalam pengembangan kebahasaan.
“Pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas menjadi pembelajaran yang bermakna untuk terus berkontribusi dalam upaya pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing sehingga dapat memartabatkan bahasa Indonesia,”ungkap Hidayat.
Sebanyak 31 pasang finalis dari berbagai daerah mengikuti rangkaian penilaian. Aspek yang dinilai meliputi krida kebahasaan dan kesastraan, tuturloka, psikotes, unjuk talenta, penulisan artikel kebahasaan dan kesastraan, pembuatan video konten, serta performa panggung.
Terbaik II diraih Najwan Eka Murit Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri dari Jawa Timur. Terbaik III diraih I Km Wikananda Rama Satria Ms dan Kadek Dinda Amela Putri Darma dari Bali.
Selanjutnya, Terbaik IV diraih Muhamad Akmal Musthofa dan Mitha Afrida Khairunnisa dari Jawa Barat, Terbaik V Gayuh Ardian Fajri dan Krisna Puspita dari Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Terbaik VI Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa dari Kalimantan Barat.
Untuk kategori Harapan, Harapan I diraih Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina dari Lampung. Harapan II diraih Muhammad Berlian dan Alifya Aini Fauziyah dari Sumatra Barat.
Harapan III diraih Zulfiqri Saputra Samsul dan Nilayanti dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, sedangkan Harapan IV diraih Reyhan Rahmat Ilahi dan Nasywa Luthfia Alfi dari Jambi.
Predikat Terbaik Favorit Putra diraih Najwan Eka Murti Setiawan, sementara Terbaik Favorit Putri diraih Siti Syahira Hasnainy Putri. Keduanya berasal dari Jawa Timur.
Para juri kehormatan juga memberikan penguatan agar Duta Bahasa tidak hanya menjadi teladan dalam penggunaan bahasa, tetapi aktif mengisi ruang publik dan media sosial dengan konten yang positif dan relevan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyebut Duta Bahasa sebagai aset bangsa yang perlu terus dibina dan diberdayakan sebagai mitra Badan Bahasa, Kemendikdasmen, serta unit pelaksana teknis di daerah.
Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Chacha Annisa, mendorong para Duta Bahasa untuk aktif di masyarakat dan media sosial. Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, mengajak para finalis terus mengasah kemampuan dan memperbanyak pengalaman untuk mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa.
Sebagai Terbaik I, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti menyampaikan komitmen untuk menjadi mitra strategis Badan Bahasa dalam pengembangan dan pembinaan kebahasaan, khususnya bagi generasi muda.
“Kami juga akan berkolaborasi lebih luas lagi bersama Badan Bahasa dan Ikatan Duta Bahasa Nasional serta merangkul berbagai pihak untuk mengimplementasikan Trigatra Bangun Bahasa,”ujar Immanuel.
“Harapannya, Duta Bahasa Nasional tidak hanya menjadi perpanjangan tangan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tetapi juga bisa menjadi jembatan kebutuhan yang ada di masyarakat jika ada masalah atau keluhan tentang kebahasaan dan kesastraan,”ucap Dania.
Dengan berakhirnya Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026, para Duta Bahasa diharapkan tetap menjalankan perannya di masyarakat melalui berbagai aksi nyata yang menyesuaikan perkembangan zaman.
Peran tersebut diharapkan turut memantapkan fungsi bahasa Indonesia, memperkuat jati diri, serta meningkatkan daya saing bangsa melalui kecintaan terhadap bahasa dan sastra.










