TVRINews, Palembang
Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid di lingkungan perguruan tinggi tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah formal, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan umat serta ruang solusi bagi persoalan sosial dan akademik mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat meresmikan Masjid Dr. Irzanita Al Mukarromah di lingkungan Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar tempat ibadah ritual. Menurutnya, masjid saat itu menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, hingga penguatan tata kelola masyarakat.
“Di masa Rasulullah, fungsi ibadah ritual di masjid hanya sebagian kecil. Selebihnya digunakan untuk membangun dan memberdayakan umat,”kata Nasarudin dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Mei 2026.
Nasaruddin menambahkan, pada masa Nabi Muhammad SAW, masjid juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, tempat musyawarah, sekretariat pemerintahan, hingga ruang penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, termasuk layanan sosial dan kesehatan.
Karena itu, ia berharap masjid di lingkungan kampus dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga masyarakat sekitar. Masjid, kata dia, harus menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.
“Masjid jangan hanya hidup karena ditopang umat, tetapi harus mampu menghidupkan dan menguatkan umat,” tegasnya.
Ia juga menyinggung fungsi menara masjid pada masa lalu yang tidak hanya sebagai penanda waktu salat, tetapi juga memiliki peran sosial dalam memantau kondisi lingkungan sekitar.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan diterapkan di lingkungan perguruan tinggi agar masjid dapat berperan sebagai pusat kepedulian sosial dan pembinaan moral mahasiswa.
Nasaruddin berharap kehadiran Masjid Dr. Irzanita Al Mukarromah dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
“Kampus membutuhkan sarjana yang ilmunya memberi manfaat luas bagi masyarakat. Penguatan iman dan karakter harus berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.









