TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memberikan keterangan resmi terkait isu pengadaan sepatu bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat yang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam konferensi pers di Kantor Kemensos RI, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026, Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap setiap masukan dan kritik yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagai bentuk respons cepat, Kemensos telah membentuk tim khusus yang diketuai oleh Wakil Menteri Sosial untuk melakukan pengkajian mendalam.

"Alhamdulillah sore ini kita bisa bersama-sama untuk memberikan penjelasan tentang isu yang cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat luas kaitannya dengan pengadaan sepatu di Kementerian Sosial yang diperuntukkan bagi siswa, siswi sekolah rakyat," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan bahwa langkah ini merupakan komitmen kementerian dalam menjaga akuntabilitas publik. Menurutnya, seluruh proses yang dilakukan tim khusus bertujuan untuk memberikan kesimpulan yang objektif atas isu-isu tersebut.
"Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa menjadi penjelasan yang baik sebagai bagian dari bentuk transparansi, keterbukaan, responsif dan sebagaimana tekad kami kita ingin Kementerian Sosial hemat, layanan hebat tanpa korupsi," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemensos Robben Rico memaparkan kronologi serta mekanisme penganggaran barang di lingkungan Sekolah Rakyat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Robben menjelaskan bahwa proses pengusulan anggaran melalui tahapan panjang yang dimulai dari asesmen kebutuhan serta survei lapangan.
Tim dari Biro Umum dan Pusdikat sebelumnya telah melakukan studi banding ke beberapa institusi pendidikan ternama, seperti SMA Unggulan CT Arsa di Sukoharjo, SMA Taruna Nusantara Magelang, hingga Boarding School Al-Hikmah di Batu, Malang.
"Di sana teman-teman melakukan asesmen apa saja sih kira-kira kebutuhan dalam proses penganggaran sekolah rakyat. Akhirnya ditemukan, harus beli sepatu contohnya kebutuhannya, kemudian kebutuhan seragam, buku, dan lain sebagainya," jelas Robben Rico.
Setelah kebutuhan teridentifikasi, Kemensos melanjutkan pada proses penyiapan data dukung melalui survei harga pasar. Langkah ini diambil untuk menentukan harga kepatutan yang pas agar seluruh proses perencanaan tetap sesuai dengan ketentuan dan prinsip efisiensi anggaran.










