TVRINews, Deli Serdang
Prestasi membanggakan diraih MAN 1 Deli Serdang. Salah satu gurunya, Eko Haris Alamsyah, terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam kegiatan “Seminar on Education Policy and Practice for Developing Countries” yang berlangsung di East China Normal University pada 27 Mei hingga 16 Juni 2026.
Forum pendidikan internasional tersebut diikuti peserta dari berbagai negara berkembang seperti Kenya, Barbados, Ethiopia, Fiji, Gambia, Botswana, Sierra Leone, Kamboja, dan Indonesia. Delegasi Indonesia terdiri dari empat peserta, yakni Eko Haris Alamsyah, Hanifah Umi Haryati, Auwalia Ramadhani, dan Sarah Nurainy.
Eko yang mengajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MAN 1 Deli Serdang dikenal aktif dalam kegiatan pendidikan maupun dakwah sejak mulai mengabdi pada 2023. Selain mengajar, ia juga menjadi pembimbing ekstrakurikuler Kursus Kader Dakwah (KKD), aktif berdakwah, serta menghasilkan berbagai karya ilmiah inovatif.
Bersama siswa binaannya, Eko juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Dedikasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya dipercaya mengikuti seminar pendidikan internasional di China.
Eko mengungkapkan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut harus melewati proses seleksi yang cukup ketat. Penilaian meliputi rekam jejak pendidikan, pengalaman pelatihan dan beasiswa, hingga kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau IELTS resmi.
“Peserta harus memiliki rekam jejak pendidikan yang baik, pengalaman pelatihan dan beasiswa, serta kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau IELTS resmi sesuai standar yang ditentukan,”kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus membahas strategi peningkatan kualitas pendidikan di negara berkembang agar kesenjangan pendidikan dapat ditekan. Selama seminar, peserta mendapatkan materi dari sejumlah akademisi dan pakar pendidikan internasional, di antaranya Prof. Yuan Zhenguo, Prof. Xu Binyan, Prof. Yang Fuyi, Prof. Huang Zhicheng, hingga Assoc. Prof. Zhang Junhua.
Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari transformasi pendidikan di China, kebijakan pendidikan dasar dan tinggi, inovasi pembelajaran, manajemen sekolah, supervisi pendidikan, hingga penguatan karakter bangsa melalui pendidikan.
Selain mengikuti seminar, peserta juga menjalani kunjungan edukatif dan budaya ke sejumlah lokasi penting di China, seperti Shanghai Urban Planning Exhibition Center, Shanghai History Museum, The Bund, hingga kawasan budaya di Provinsi Sichuan.
Eko mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru dari seluruh rangkaian kegiatan yang diikutinya.
“Agenda-agenda dalam kegiatan ini sangat berkesan dan memberi banyak insight untuk perbaikan pendidikan di Indonesia. Selain mempererat hubungan internasional, kita juga melihat bagaimana kemajuan pendidikan di China dapat menjadi barometer dalam membangun pendidikan yang ideal,”ucapnya.
Ia berharap Indonesia dapat mengambil banyak pelajaran positif dari kemajuan sistem pendidikan di China, terutama dalam pengelolaan pendidikan dan inovasi pembelajaran.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala MAN 1 Deli Serdang, Arwansyah Dalimunthe, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu guru madrasah tersebut untuk tampil di forum internasional.
“Tindakan nyata dalam membangun madrasah sangat diperlukan setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman dari luar negeri. Ilmu yang disampaikan dan diamalkan akan memberi manfaat besar bagi diri sendiri maupun banyak orang. Madrasah berharap akan lahir lebih banyak guru yang kompeten, berdedikasi, dan aktif dalam perbaikan pendidikan,”ungkap Arwansyah.
Keikutsertaan Eko Haris Alamsyah dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa guru madrasah Indonesia mampu berkontribusi di tingkat global sekaligus membawa semangat perubahan bagi kemajuan pendidikan nasional.










