TVRINews, Jakarta
Arus balik masyarakat setelah libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW mulai meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 30.667 pelanggan akan tiba di sejumlah stasiun wilayah Daop 1 Jakarta pada Senin, 24 Agustus 2026.
Data tersebut tercatat hingga Senin pukul 08.00 WIB. Sementara itu, jumlah kedatangan diperkirakan kembali meningkat pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Berdasarkan data pemesanan sementara, sebanyak 34.997 pelanggan akan tiba di wilayah Daop 1 Jakarta pada 25 Agustus. Angka tersebut menjadi volume kedatangan tertinggi selama periode libur panjang 21–25 Agustus 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan pola perjalanan pelanggan mulai bergeser dari arus keberangkatan menuju arus balik.

“Setelah puncak keberangkatan terjadi pada Sabtu, 22 Agustus dengan 38.842 pelanggan, saat ini pergerakan mulai didominasi pelanggan yang kembali tiba di wilayah Daop 1 Jakarta. Pada hari ini tercatat 30.667 pelanggan akan tiba, sementara untuk 25 Agustus berdasarkan data sementara telah tercatat 34.997 pelanggan,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis, dikutip, Senin, 24 Agustus 2026.
Pada Senin, volume kedatangan terbesar tercatat di Stasiun Pasar Senen sebanyak 11.134 pelanggan dan Stasiun Gambir sebanyak 9.430 pelanggan. Selanjutnya, 3.919 pelanggan tiba di Stasiun Bekasi, 3.891 pelanggan di Stasiun Jatinegara, 1.110 pelanggan di Stasiun Cikarang, 653 pelanggan di Stasiun Karawang, serta 530 pelanggan di Stasiun Cikampek.
Sementara pada Selasa, data sementara menunjukkan 12.398 pelanggan akan tiba di Stasiun Pasar Senen dan 12.062 pelanggan di Stasiun Gambir. Kemudian 4.556 pelanggan di Stasiun Bekasi, 3.574 pelanggan di Stasiun Jatinegara, 1.321 pelanggan di Stasiun Cikarang, 586 pelanggan di Stasiun Karawang, serta 500 pelanggan di Stasiun Cikampek.
Secara kumulatif selama periode 21–25 Agustus 2026, KAI Daop 1 Jakarta mencatat 144.998 pelanggan berangkat dan 150.078 pelanggan tiba berdasarkan data hingga Senin pukul 08.00 WIB.
Dengan demikian, terdapat hampir 295 ribu pergerakan pelanggan yang tercatat, baik keberangkatan maupun kedatangan, selama periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada Jumat, 21 Agustus, tercatat 38.425 pelanggan berangkat dan 26.935 pelanggan tiba. Kemudian pada Sabtu, 22 Agustus, sebanyak 38.842 pelanggan berangkat dan 28.950 pelanggan tiba.
Pada Minggu, 23 Agustus, tercatat 30.713 pelanggan berangkat dan 28.519 pelanggan tiba. Adapun data untuk 24 dan 25 Agustus masih bersifat dinamis karena penjualan tiket masih berlangsung.
“Data untuk hari ini dan besok masih dapat berubah karena penjualan tiket masih berlangsung. KAI terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan volume pelanggan untuk memastikan pelayanan dan operasional perjalanan tetap berjalan dengan baik,”jelasnya.
Puncak keberangkatan selama periode libur panjang terjadi pada Sabtu, 22 Agustus, dengan total 38.842 pelanggan. Keberangkatan terbesar berasal dari Stasiun Gambir sebanyak 14.255 pelanggan, disusul Stasiun Pasar Senen 13.850 pelanggan.
Berikutnya, 5.183 pelanggan berangkat dari Stasiun Bekasi, 2.186 pelanggan dari Stasiun Jatinegara, 1.803 pelanggan dari Stasiun Cikarang, 818 pelanggan dari Stasiun Cikampek, dan 747 pelanggan dari Stasiun Karawang.
“Besarnya volume perjalanan selama libur panjang menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota. Kami mengapresiasi kepercayaan pelanggan yang menggunakan layanan KAI,”ucapnya.
Untuk periode 21–25 Agustus 2026, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan 196.870 tempat duduk. Sejumlah daerah yang menjadi tujuan favorit pelanggan antara lain Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.
KAI mengimbau pelanggan memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun, memastikan kesesuaian data identitas dengan tiket, serta memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate bagi pelanggan yang telah terdaftar.
Pelanggan juga diminta membawa barang bawaan secukupnya dan mengikuti informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI.
“Kami mengajak pelanggan datang lebih awal ke stasiun, khususnya pada periode dengan volume perjalanan yang tinggi, sehingga seluruh proses sebelum keberangkatan dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan perjalanan berjalan lancar,”pungkasnya.










