TVRINews, Palembang
Kepolisian telah menangkap 17 tersangka terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan sepanjang 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian daerah Sumatera Selatan Sandi Nugroho dalam rapat penanganan karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Palembang, Sumatera Selatan, Senin, 24 Agustus 2026.
Dalam pemaparannya, Polri menyebut penegakan hukum terus dilakukan terhadap pihak yang diduga sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Kami menangani kasus sebanyak 15 LP. Selama kejadian, kami telah menangkap 17 tersangka,” kata Sandi dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 24 Agustus 2026.
Polri juga melaporkan telah menangkap dua orang pada malam sebelum rapat. Keduanya diduga melakukan pembakaran lahan, masing-masing terkait pembukaan lahan dan pembakaran kebun tebu.
“Tadi malam kami tangkap dua orang dari masyarakat yang membakar kebun tebu tersebut untuk kami periksa,”lanjutnya.
Polri menyatakan upaya penegakan hukum juga dibarengi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran memperkuat pencegahan agar tidak muncul titik api baru. Menurut Presiden, pencegahan pembakaran lahan menjadi bagian penting selain memadamkan kebakaran yang sudah terjadi.
Dalam rapat tersebut, pemerintah Sumatera Selatan melaporkan sekitar 1.900 titik atau area masih perlu segera ditangani.
Pemerintah juga menyiapkan tambahan dukungan helikopter water bombing dan alat berat untuk mempercepat penanganan karhutla.










