TVRINews – Jakarta
Badan Pangan Nasional melaporkan cadangan beras pemerintah di gudang Bulog mencatat angka tertinggi sepanjang sejarah demi menjaga stabilitas harga nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan pencapaian historis dalam pengelolaan logistik pangan menyusul lonjakan signifikan pada Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Hingga pertengahan Mei ini, volume beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog tercatat telah menembus angka 5,37 juta ton, sebuah volume tertinggi yang pernah diraih dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia.
Kenaikan impresif ini memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi potensi fluktuasi pasar global maupun domestik. Pemerintah menegaskan bahwa penguatan instrumen logistik ini murni dialokasikan untuk menjaga stabilitas pasokan serta menekan volatilitas harga pokok di tingkat konsumen.
Dalam dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026, Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edi, memaparkan bahwa akumulasi stok yang masif ini menjadi fondasi krusial bagi ketahanan nasional.

(Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edi (Kanan) (Foto: Youtube TVR Parlemen))
"Stok cadangan beras pemerintah hingga 18 Mei telah menyentuh 5,37 juta ton. Angka ini merepresentasikan capaian tertinggi sepanjang sejarah pangan kita," ujar Sarwo Edi di hadapan para parlemen.
Menurut otoritas pangan, pengelolaan cadangan berskala besar ini tidak hanya berfungsi sebagai bantalan sosial, melainkan juga sebagai instrumen intervensi pasar yang strategis.
Ke depan, pasokan komoditas utama ini akan didistribusikan melalui berbagai saluran proteksi sosial. Di antaranya meliputi program bantuan pangan struktural, operasi pasar melalui Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga mitigasi kedaruratan bencana alam.

(Paparan Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edi Bersama Komisi IV DPR RI (Foto: Youtube TVR Parlemen))
Meskipun penyaluran domestik diproyeksikan tetap tinggi sepanjang tahun berjalan, pemerintah optimistis dapat menjaga postur neraca pangan tetap sehat hingga memasuki pergantian tahun. Bapanas memproyeksikan deviasi stok akhir tahun berada pada level yang sangat aman.
"Kami menetapkan target minimal untuk posisi stok akhir tahun ini tetap terjaga di angka 2,51 juta ton," pungkas Sarwo Edi menekankan komitmen keberlanjutan pasokan.
Langkah penguatan cadangan ini menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih resilien di tengah tantangan ketidakpastian iklim global yang kerap mengganggu sektor agraris. Pengamat menilai, transparansi data dan manajemen stok yang terukur menjadi indikator positif bagi sentimen pasar pangan di dalam negeri.










