TVRINews – Jakarta
Strategi Baru Ketahanan Pangan: Bulog Bidik Penyaluran 2,8 Juta Ton Beras untuk Aparatur Negara dan Program Gizi Nasional
Perusahaan Umum (Perum) Bulog mengajukan strategi baru dalam tata kelola distribusi pangan nasional kepada parlemen.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan ini mengusulkan pengembalian sistem penyaluran beras dalam bentuk natura atau kompensasi langsung bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta personel TNI dan Polri.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memaparkan bahwa pihaknya memproyeksikan alokasi hingga 2,8 juta ton beras saban tahunnya untuk menyokong kebutuhan kelompok aparatur negara tersebut.

(Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, (Kanan) dalam paparannya bersama Komisi IV DPR RI, Selasa 19 Mei 2026 (Foto: Youtube TVR Parlemen))
"Kami usul kepada Komisi IV DPR RI, kalau diizinkan, kami harapkan untuk penyaluran beras kebutuhan ASN dan TNI-Polri dalam bentuk natura sekitar 2,8 juta ton per tahun," ujar Rizal saat menjabarkan rencana strategis perusahaan di hadapan para anggota dewan.
Proyeksi Distribusi dan Klasterisasi Pasar
Berdasarkan cetak biru yang dipaparkan Bulog, estimasi volume distribusi setara 2,8 juta ton tersebut akan dibagi ke dalam tiga klaster utama secara proporsional:
• Aparatur Sipil Negara (ASN): 2,28 juta ton beras yang dialokasikan untuk 4,75 juta jiwa.
• Tentara Nasional Indonesia (TNI): 280.966 ton beras untuk kebutuhan 585.345 personel.
• Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri): 277.920 ton beras yang diperuntukkan bagi 579.000 anggota.
Rencana ini merupakan bagian dari reformasi segmentasi pasar yang tengah dirancang oleh internal manajemen.
Secara keseluruhan, Bulog membagi target serapan ke dalam dua kategori utama, yakni pasar umum sebesar 4,3 juta ton dan pasar khusus yang mencapai 1,3 juta ton.
"Bulog mengusulkan dua penyaluran utama beras, yakni melalui pasar umum sebanyak 4,3 juta ton dan pasar khusus sebanyak 1,3 juta ton," ungkap Rizal menjelaskan struktur komersial baru tersebut.
Sokong Program Makanan Bergizi Gratis
Langkah taktis membanjiri pasar umum dengan kuota 4,3 juta ton beras tidak hanya ditujukan bagi pemenuhan kebutuhan natura para abdi negara.
Manajemen Bulog mengonfirmasi bahwa skema ini juga diintegrasikan untuk memperkuat program strategis pemerintah di sektor kesehatan masyarakat.
Dari total alokasi pasar umum tersebut, Bulog mengusulkan penyediaan bahan baku sebesar 1,5 juta ton beras per tahun yang akan disalurkan melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Pasokan masif ini disiapkan secara khusus untuk mengamankan implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.










