TVRINews – Jakarta
Realisasi distribusi pangan program Makan Bergizi Gratis per Mei 2026 berjalan optimal, ditopang rekor tertinggi cadangan beras nasional.
Perusahaan Umum (Perum) Bulog melaporkan performa positif dalam distribusi pangan nasional.
Hingga pertengahan Mei 2026, pemenuhan komoditas beras untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim berjalan tanpa kendala berarti dengan volume distribusi yang signifikan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengonfirmasi bahwa penyerapan beras guna mendukung program strategis pemerintah tersebut menunjukan progres yang masif sejak awal tahun.

(Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani (Kanan) pada saat paparan bersama Komidi IV DPR RI (Foto: Youtube TVR Parlemen))
"Realisasi penyaluran beras hari ini, terutama untuk program MBG telah mencapai 1 juta ton," ujar Rizal dalam memaparkan laporannya saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.
Diversifikasi Distribusi Pangan Nasional
Selain memprioritaskan program nutrisi nasional, badan pangan milik negara ini juga mengamankan pasokan untuk berbagai instrumen stabilisasi pasar dan bantuan sosial.
Berdasarkan data operasional yang dipaparkan di parlemen, struktur penyaluran logistik beras Bulog secara rinci meliputi:
• Beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan): Terdistribusi sebesar 235.815 ton (berkisar 28,08% dari target).
• Program Bantuan Pangan (Alokasi Feb-Mar 2026): Mencapai 216.808 ton atau menyentuh 32,61%.
• Iron Stock (Cadangan Penyangga): Terserap sebanyak 29.064 ton.
• Tanggap Darurat & Bencana Alam: Disalurkan sebesar 11.295 ton.
• Koperasi Desa Merah Putih (KDMP): Tersalurkan sebanyak 233 ton.
Rizal menegaskan bahwa seluruh serapan di lapangan tersebut bergerak dinamis sesuai dengan estimasi kebutuhan wilayah.
"Kebutuhan di lapangan, realisasi penyaluran beras sampai hari ini adalah SPHP dengan total 235.815 ton, bantuan pangan 216.808 ton, penanggulangan keadaan darurat pangan akibat bencana alam sebanyak 11.295 ton, iron stock mencapai 29.064 ton, dan untuk KDMP sebanyak 233 ton," tambahnya.
Cadangan Beras Cetak Rekor Tertinggi
Di tengah masifnya penyaluran ke berbagai sektor, ketahanan pangan domestik dipastikan berada dalam kondisi yang sangat aman.
Bulog mencatat volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di jaringan pergudangan mereka saat ini berada di level tertinggi dalam sejarah tata kelola logistik Indonesia.
Saat ini, total stok yang dikuasai Bulog menyentuh angka 5,4 juta ton. Angka ini menunjukkan lonjakan performa yang signifikan dibandingkan dengan posisi cadangan pangan pada periode tahun 2025 yang bertengger di posisi 3,3 juta ton.
"Stok beras saat ini di gudang Bulog mencapai 5,4 juta ton, menjadi yang paling tinggi sepanjang sejarah Indonesia, dan lebih tinggi dari posisi 2025 yang mencapai 3,3 juta ton," pungkas Rizal di hadapan anggota dewan.










