TVRINews, Jakarta
PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur pulih setelah gempa bumi berkekuatan besar melanda wilayah tersebut.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, gempa sempat menyebabkan sistem kelistrikan mengalami blackout. Namun, PLN bergerak cepat memperbaiki pembangkit hingga kembali beroperasi.
"Setelah adanya gempa, memang kami mengalami blackout. Tetapi kami berhasil memperbaiki dan menyalakan kembali pembangkit. Sehingga siang harinya pembangkit sudah kembali pulih dengan daya mampu pasok 110 megawatt (MW), sementara beban puncak saat ini sekitar 95 MW," ujar Darmawan Rakor Penanganan Bencana Gempa NTT, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dengan kondisi tersebut, Darmawan memastikan kemampuan pasokan listrik PLN saat ini sudah berada di atas kebutuhan beban.
Meski pembangkit telah pulih, sejumlah jaringan distribusi masih mengalami gangguan akibat kerusakan yang dipicu longsor.
Darmawan menyebut seluruh gardu induk PLN saat ini telah kembali beroperasi. Namun, masih terdapat sejumlah penyulang yang rusak karena melewati wilayah terdampak longsor.
"Seluruh gardu induk saat ini sudah menyala 100 persen. Namun, ada dua gardu induk yang masih memiliki penyulang terdampak, yaitu Gardu Induk Aisesa yang memasok Nagekeo dan Gardu Induk Ruteng yang memasok wilayah sekitarnya," kata Darmawan.
Menurutnya, kerusakan terjadi pada tiang-tiang listrik distribusi yang berada di sepanjang jalan, bukan pada menara transmisi bertegangan tinggi.
Dari total penyulang yang sebelumnya mengalami gangguan, PLN masih menangani 14 penyulang yang belum sepenuhnya pulih.
"Ini bukan transmisi tower yang tinggi, tetapi tiang listrik di pinggir jalan. Saat ini tersisa 14 penyulang yang masih dalam proses pemulihan," ujarnya.
PLN mengerahkan seluruh personel untuk mempercepat perbaikan. Tim di lapangan melakukan pemasangan kembali tiang listrik yang roboh serta menyambungkan kabel yang terputus.
Darmawan menargetkan seluruh penyulang yang mengalami gangguan dapat kembali beroperasi pada Minggu malam.
"Pasukan kami bekerja all out. Tiang yang roboh kami tegakkan kembali, kabel yang putus kami sambung kembali. Insyaallah sekitar pukul 17.00 hingga 19.00 seluruh penyulang bisa pulih," tutur Darmawan.
Darmawan mengungkapkan, dari sekitar 566 ribu pelanggan PLN di wilayah terdampak, sebanyak 88 persen telah kembali mendapatkan pasokan listrik.
Sementara sekitar 12 persen pelanggan masih mengalami pemadaman akibat gangguan pada jaringan distribusi.
"Dari 566 ribu pelanggan yang ada, saat ini 88 persen sudah menyala. Masih ada sekitar 12 persen yang belum menyala. Dengan perbaikan penyulang yang kami kebut secara all out, harapannya malam ini tingkat pemulihan bisa mendekati 100 persen," jelasnya.
Gangguan listrik tersebut juga berdampak pada layanan jaringan telekomunikasi, termasuk sejumlah perangkat BTS yang membutuhkan pasokan listrik.
Khusus wilayah Labuan Bajo, PLN memastikan sistem kelistrikan relatif lebih terlindungi dari dampak gempa. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang sebelumnya mendorong penataan jaringan listrik di kawasan pariwisata super premium tersebut.
Sejak 2022, PLN telah mengganti sebagian jaringan distribusi udara di Labuan Bajo dengan kabel bawah tanah.
Darmawan mengatakan langkah tersebut membuat jaringan listrik di kawasan pariwisata tersebut tidak bergantung pada tiang listrik di sepanjang jalan.
"Khusus Labuan Bajo, ini merupakan kawasan pariwisata super premium. Sejak 2022, atas arahan pemerintah, kabel distribusi yang sebelumnya menggunakan jaringan udara kami ubah menjadi kabel bawah tanah," ungkapnya.
Menurut Darmawan, sistem tersebut memberikan keuntungan ketika gempa terjadi. Setelah pembangkit kembali normal, fasilitas pariwisata seperti hotel, resort, restoran, dan kawasan wisata dapat segera kembali memperoleh pasokan listrik.
"Begitu pembangkit pulih dan jaringan distribusi kembali normal, hotel, resort, restoran, dan kawasan wisata premium di Labuan Bajo bisa segera menyala. Dampak gempa tidak mengenai tiang listrik di Labuan Bajo karena kabelnya sudah berada di bawah tanah," katanya.
PLN memastikan proses pemulihan masih terus dilakukan. Petugas akan memeriksa satu per satu jaringan yang mengalami kerusakan agar seluruh pelanggan terdampak dapat kembali menikmati pasokan listrik sesegera mungkin.
"Kami masih berjuang all out. Dari 16 penyulang yang terdampak sebelumnya, kini tersisa 14 yang masih dalam proses. Kami akan mengecek satu per satu dan berharap malam ini sebagian besar jaringan, tiang, serta kabel yang terdampak sudah kembali pulih," pungkas Darmawan.










