TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta aparat keamanan mengusut tuntas insiden penembakan dan pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden tersebut mengakibatkan pilot Nicholas F. Goselin meninggal dunia.
Ribka menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan menilai peristiwa tersebut berpotensi mengganggu pelayanan penerbangan perintis yang menjadi akses utama masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
"Saya selaku Wakil Menteri Dalam Negeri menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum kapten pilot serta keluarga besar maskapai AMA yang saat ini tengah berduka atas peristiwa penembakan pilot di Kabupaten Yahukimo," ujar Ribka dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Ribka, terganggunya penerbangan perintis akan berdampak pada akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi di daerah terpencil.
"Tidak ada cara lain untuk membangun Papua selain menghadirkan pelayanan bagi masyarakat di daerah-daerah pinggiran. Karena itu, setiap tindakan harus mempertimbangkan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak Papua yang tinggal di daerah-daerah terpencil, justru menjadi pihak yang dirugikan," kata Ribka.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta aparat keamanan segera melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku.
Ribka juga menilai keberadaan maskapai penerbangan perintis, termasuk PT AMA, memiliki peran penting dalam menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.
"Kalau pesawat-pesawat perintis yang melayani masyarakat di daerah paling terpencil ini sudah tidak ada lagi, siapa yang akan datang melayani mereka?" ucap Ribka.
Berdasarkan laporan yang diterima, pesawat Caravan PK-RCY milik PT AMA melakukan penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapter Balinggama pada Kamis, 2 Juli 2026 pagi.
Setelah mendarat, pesawat diduga diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebelum kemudian dibakar. Pilot Nicholas F. Goselin dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Menutup pernyataannya, Ribka mengajak masyarakat mendoakan korban dan berharap pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap dapat berlangsung.
"Kita mendoakan semoga almarhum kapten pilot mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan. Semoga pelayanan maskapai AMA terus diberkati Tuhan dan tetap menjadi berkat bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah paling terpencil di Tanah Papua," tutur Ribka.










