TVRINews, Bandung
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Museum Pos Indonesia dan Kantor Pos Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau upaya pelestarian warisan budaya serta memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi publik yang relevan bagi generasi muda.
Dalam lawatannya, Menbud meninjau koleksi sejarah komunikasi bangsa, mulai dari peralatan pos era kolonial, berbagai koleksi prangko, hingga arsip perjalanan komunikasi nasional. Menbud juga memberikan perhatian khusus pada bangunan Kantor Pos Bandung yang telah berusia lebih dari satu abad.
Museum sebagai Narasi Perjalanan Bangsa
Fadli Zon menegaskan bahwa Museum Pos bukan sekadar tempat menyimpan artefak, melainkan media narasi yang mencatat sejarah perjuangan bangsa. Ia mendorong agar museum tersebut dikembangkan dengan tata pamer yang lebih representatif, modern, dan interaktif guna menarik minat kunjungan masyarakat.

(Foto: Humas Kemenbud)
"Museum Pos bukan hanya menyimpan koleksi, tetapi menceritakan perjalanan bangsa. Peran pos sangat penting dalam sejarah Indonesia, termasuk pada masa perjuangan kemerdekaan," ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 4 Juli 2026.
Lebih lanjut, Menbud mengajak generasi muda untuk kembali membangkitkan budaya menulis surat. Ia menilai kegiatan berkirim surat secara fisik merupakan ekspresi literasi yang memiliki kedekatan emosional dan rasa yang khas. Sebagai wujud nyata dukungan literasi, tahun lalu Kementerian Kebudayaan telah menyelenggarakan Lomba Menulis Surat untuk Pahlawan yang diikuti oleh lebih dari 34.000 peserta dari seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.
Prangko sebagai Identitas Budaya
Pada kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyoroti pentingnya tradisi filateli. Menurutnya, prangko adalah bagian dari kebudayaan material yang merekam peristiwa penting, tokoh, serta identitas bangsa dari masa ke masa. Ia berharap koleksi prangko di Museum Pos Indonesia dapat dikelola sedemikian rupa agar tetap menjadi media pembelajaran sejarah yang efektif.

(Foto: Humas Kemenbud)
Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar, menyambut baik perhatian dan apresiasi dari pemerintah. "Kunjungan Bapak Menteri menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Museum Pos Indonesia sebagai ruang edukasi yang mampu memperkenalkan sejarah komunikasi Indonesia dengan pendekatan yang lebih menarik dan interaktif," tutur Fahdel.
Penguatan Museum Tematik
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendorong penguatan museum-museum tematik di Indonesia. Strategi yang akan ditempuh meliputi peningkatan kualitas tata pamer, penguatan narasi sejarah, pemanfaatan teknologi digital, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kunjungan ini, Menbud Fadli Zon didampingi oleh Penasihat Menteri bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum sekaligus Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana; Direktur Sejarah dan Permuseuman, Prof. Agus Mulyana; serta jajaran pimpinan PT Pos Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan museum tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai ruang belajar yang mampu memperkuat identitas bangsa di tengah perkembangan era digital yang sangat cepat.










