TVRINews, Bandung
Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Cimahi memberikan pendampingan menyeluruh kepada keluarga korban kebakaran di Kampung Lebak Jati RT 005 RW 007, Desa Maruyung, Kabupaten Bandung. Bantuan yang disiapkan meliputi hunian sementara, kebutuhan dasar, layanan psikososial, hingga program pemberdayaan ekonomi.
Langkah tersebut dilakukan setelah tim Sentra Abiyoso melaksanakan asesmen terhadap keluarga Ayat, yang rumahnya hangus terbakar akibat kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Kepala Sentra Abiyoso Cimahi, Sri Harijati, mengatakan asesmen dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak sekaligus menyusun penanganan jangka panjang bagi keluarga terdampak.
"Kami memberikan bantuan ATENSI berupa kebutuhan dasar, pakaian, perlengkapan rumah tangga, termasuk penempatan sementara agar satu keluarga tetap berada dalam satu ruangan. Kami juga melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan psikologis korban serta memberikan layanan pemulihan mental," ujar Anisa Nurjannah dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 5 Agustus 2026.
Saat kebakaran terjadi, seluruh penghuni rumah sedang tertidur. Anak Ayat, Anis Saroh, yang kini bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 16 Jalak Harupat, menjadi orang pertama yang mengetahui kobaran api. Ia segera membangunkan anggota keluarganya sehingga seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Warga sekitar kemudian bergotong royong memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB sehingga tidak merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.
Hasil asesmen menunjukkan rumah yang dihuni dua kepala keluarga dengan total tujuh jiwa tersebut habis terbakar. Sebagian besar harta benda tidak dapat diselamatkan, namun dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga masih berhasil diamankan.
Selain kehilangan tempat tinggal, Ayat juga memiliki keterbatasan mobilitas akibat sakit yang dideritanya selama tujuh bulan terakhir. Untuk itu, Sentra Abiyoso menyiapkan layanan terapi serta alat bantu mobilitas berupa kursi roda atau alat bantu jalan sesuai hasil asesmen.
Sebelum mengalami sakit, Ayat bekerja sebagai pedagang bakso ikan, sementara istrinya mengelola warung kecil di rumah. Menantunya, Yadi Mulyadi, mencari nafkah sebagai penjual gas dan pengepul barang bekas.
Saat ini keluarga korban tinggal sementara di rumah salah satu anak Ayat. Namun, rumah tersebut dinilai belum memadai karena harus menampung seluruh anggota keluarga.
Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, pakaian, perlengkapan rumah tangga, tempat tidur, perlengkapan memasak, hingga popok dewasa. Selain itu, Sentra Abiyoso menyiapkan layanan residensial berupa hunian sementara dengan pemenuhan kebutuhan makan tiga kali sehari beserta makanan selingan.
Untuk mendukung pemulihan jangka panjang, Kemensos turut menyiapkan program pemberdayaan ekonomi. Program tersebut meliputi penempatan Anis sebagai pengasuh di Taman Anak Sejahtera serta pemberdayaan suaminya sebagai pengelola kebun.
Selama ini, keluarga Ayat tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Selain Anis Saroh, dua anggota keluarga lainnya, yakni Anas Tasya dan Aliyudin, juga tercatat sebagai siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 16 Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Anis Saroh berharap rumah keluarganya dapat segera diperbaiki agar seluruh anggota keluarga bisa kembali tinggal bersama.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap rumah kami segera diperbaiki sehingga bisa kembali ditempati," jelasnya.
Sentra Abiyoso memastikan pendampingan terhadap keluarga korban akan terus dilakukan hingga mereka kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan mampu menjalani kehidupan secara mandiri.
"Pendampingan akan terus kami lakukan sampai kondisi keluarga pulih dan mereka kembali memiliki hunian yang layak," tuturnya.









