TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMP Insani Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai upaya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung setelah sekolah terdampak banjir pada akhir 2025.
Ruang kelas darurat tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, Selasa, 4 Agustus 2026, bertepatan dengan peninjauan pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang tengah berlangsung.
Selain menyediakan ruang belajar sementara, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,24 miliar pada 2026 untuk mendukung pemulihan sarana pendidikan di SMP Insani Sorkam. Bantuan tersebut digunakan untuk membangun satu ruang kelas baru, satu perpustakaan, merehabilitasi dua ruang kelas, memperbaiki ruang administrasi, serta menata lingkungan sekolah.
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengatakan pemulihan sekolah yang terdampak bencana merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang bermutu dan inklusif. Menurutnya, pemerintah berkomitmen memastikan peserta didik tetap memperoleh hak atas pendidikan meski menghadapi situasi darurat.
“Ruang kelas darurat ini untuk menjaga dan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Namanya juga darurat, tentu tidak boleh lama-lama. Ke depan, ini bisa ditingkatkan menjadi sekolah yang permanen,”kat Atip dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 5 Agustus 2026.
Atip menambahkan, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada keberlangsungan proses pembelajaran agar siswa tidak kehilangan kesempatan belajar. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sebagai langkah mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Kepala SMP Insani Sorkam, Suryadi Sitanggang, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam memulihkan fasilitas sekolah. Menurutnya, kunjungan Wamendikdasmen menjadi penyemangat bagi guru dan peserta didik yang selama ini berupaya menjalankan pembelajaran di tengah keterbatasan akibat banjir.
Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Kristen SMP Insani Sorkam, Via Sibagariang, mengatakan banjir yang terjadi pada akhir tahun lalu mengakibatkan ruang kelas dan berbagai fasilitas sekolah mengalami kerusakan sehingga proses belajar mengajar sempat dipindahkan ke sekolah lain.
“Sesudah banjir, ruangan kami rusak dan fasilitas sekolah juga hancur. Sekarang ruang kelas darurat ini cukup membantu kegiatan belajar mengajar. Meja, kursi, dan papan tulis sudah tersedia,”ungkap Via.
Melalui penyediaan ruang kelas darurat dan pelaksanaan revitalisasi sekolah, Kemendikdasmen berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar di SMP Insani Sorkam tetap berjalan hingga pembangunan fasilitas permanen selesai, sehingga para siswa tetap dapat memperoleh layanan pendidikan secara optimal.









