TVRINews, Cirebon
Botol plastik bekas yang biasanya dibuang dimanfaatkan menjadi media pembelajaran bagi murid SD Negeri 1 Kedungjaya, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Melalui kegiatan tersebut, murid mengolah botol dan tutup botol bekas menjadi berbagai karya sebagai bagian dari pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering,dan Mathematics (STEM), Senin, 28 September 2026.
Guru kelas 5 SD Negeri 1 Kedungjaya, Linda Irawati, mengatakan pembelajaran STEM di kelas menggunakan benda dan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari murid. Salah satunya dengan mengajak murid mengumpulkan botol bekas untuk kemudian diolah menjadi benda yang memiliki nilai guna.
“Anak-anak kami minta mengumpulkan botol bekas untuk didaur ulang. Dari botol dan tutup botol itu, mereka bisa membuat jam, lukisan, dan berbagai karya lainnya,”kata Linda dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Linda, kegiatan praktik membuat murid lebih antusias mengikuti pembelajaran. Murid tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses membuat dan melihat hasil karya mereka.
“Mereka sangat tertarik. Belajarnya seperti ini, langsung dipraktikkan. Jadi belajar sambil bermain, learning by doing,”tambahnya.
Pembelajaran tersebut sejalan dengan penguatan STEM yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Saat peluncuran Program STEM Nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pembelajaran STEM tidak harus bergantung pada laboratorium dengan fasilitas mahal.
Mu’ti mengatakan pengenalan sains dapat dilakukan melalui lingkungan sekitar dan kehidupan sehari-hari untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap teknologi dan sains sejak dini.
"Saya ingin menumbuhkan kecintaan dan kemampuan pada teknologi sejak dini sehingga mitos bahwa sains itu susah, sains itu mahal, itu harus diubah,”ucapnya.
Ia menambahkan, pembelajaran STEM tidak harus selalu dilakukan di laboratorium canggih. Konsep tersebut dapat dimulai dari berbagai aktivitas yang dekat dengan keseharian anak.
Di SD Negeri 1 Kedungjaya, penerapan STEM dilakukan melalui kegiatan sederhana dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar. Murid diajak mengamati, mencoba, membuat karya, bekerja sama, hingga menemukan solusi dari benda yang mereka temui sehari-hari.
Kegiatan tersebut menunjukkan pembelajaran STEM dapat diterapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekolah. Dengan demikian, murid tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.










