TVRINews, Jakarta
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan pengemudi ojek online (ojol) merupakan bagian dari pelaku usaha mikro yang memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi digital nasional. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 bertajuk Gembira Bersama Ojol Indonesia di halaman Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Minggu, 19 Juli 2026.
Maman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat pelaku ekonomi kecil, khususnya para mitra pengemudi ojol yang selama ini berkontribusi dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
"Kita berkumpul bersama teman-teman asosiasi ojol untuk menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat ekonomi bawah. Semangatnya adalah kopi darat. Siapa pun tim yang menang, yang penting kita bisa berkumpul bersama," ujar Maman dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian UMKM, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, Kementerian UMKM memandang pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro karena menjalankan usaha secara mandiri, mengelola aset produktif, memanfaatkan teknologi digital, serta mengembangkan jiwa kewirausahaan di tengah pesatnya transformasi ekonomi.
Lebih lanjut, Maman juga menyoroti besarnya kontribusi ekosistem transportasi daring terhadap penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Berdasarkan data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), ekosistem tersebut menciptakan sekitar 5,53 juta lapangan kerja yang terdiri atas 2,91 juta pengemudi dan 2,62 juta pekerja di sektor UMKM, logistik, perdagangan, serta jasa pendukung.
Ia menambahkan, Presiden telah menugaskan Kementerian UMKM untuk menghadirkan berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojol.
"Presiden menugaskan Kementerian UMKM untuk memberikan ruang harapan agar para ojol dapat meningkatkan taraf hidupnya. Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendorong peningkatan kesejahteraan mereka," ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian UMKM akan terus memperluas akses pembiayaan, pelatihan, pendampingan usaha, serta literasi digital bagi para pengemudi ojol. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem kemitraan yang sehat, adil, transparan, dan berkelanjutan antara platform digital dengan para mitra pengemudi.
"Sekarang saatnya kita bergandengan tangan, membangun kemitraan yang berkeadilan, dan saling membesarkan bersama platform ojol. Tanpa kepercayaan dari semua pihak, ekosistem transportasi online tidak akan berjalan dengan baik," tuturnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan nobar final Piala Dunia 2026 juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha mikro. Berdasarkan kajian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diperkirakan mendorong perputaran ekonomi hingga Rp5,03 triliun, salah satunya melalui berbagai kegiatan nonton bareng yang menggerakkan warung kopi, kafe, pedagang, dan UMKM di berbagai daerah.
Kegiatan "Gembira Bersama Ojol Indonesia" diikuti ribuan pengemudi ojol dari berbagai komunitas. Acara tersebut turut melibatkan belasan gerobak UMKM yang menyediakan makanan, minuman, dan camilan gratis bagi peserta sekaligus menjadi sarana promosi produk usaha mikro.










