TVRINews, Jatinangor
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong Universitas Koperasi Indonesia atau Ikopin University bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak kader koperasi modern, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Hal itu disampaikan Ferry saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Universitas Koperasi Indonesia, Ikopin University, di Jatinangor, Jawa Barat, Rabu, 2 September 2026.
Ferry menilai Ikopin memiliki posisi yang khas dan strategis karena tidak hanya berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memahami perkoperasian, tetapi juga diharapkan menghasilkan riset dan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan koperasi.
Salah satunya melalui pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Ikopin juga diharapkan melahirkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata koperasi, termasuk dalam pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP),”ujar Ferry dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 3 September 2026.
Ferry berharap rapat evaluasi tersebut menghasilkan langkah konkret dan realistis untuk pembenahan Ikopin. Menurutnya, berbagai hal yang sudah berjalan baik perlu dipertahankan, sementara persoalan yang masih dihadapi harus segera diperbaiki.
“Kita pertahankan yang sudah baik, kita benahi yang masih menjadi persoalan, sehingga arah ke depan menjadi jelas. Mari kita kerjakan bersama agar Ikopin semakin sehat, relevan, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan gerakan koperasi Indonesia,”lanjutnya.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam pembenahan Ikopin antara lain efisiensi operasional, pengembangan program studi, peningkatan kualitas dan jumlah mahasiswa, diversifikasi sumber pendapatan, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Ferry juga mengajak para lulusan SMA dan sederajat di seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Ikopin University. Menurutnya, Ikopin dipersiapkan sebagai salah satu alternatif pendidikan tinggi yang tidak hanya memberikan kualitas pembelajaran, tetapi juga membuka peluang karier bagi lulusannya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Koperasi (YPK) Emil Arifin mengatakan visi utama Ikopin adalah mencetak kader koperasi. Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional di wilayah pedesaan semakin besar seiring dengan pembangunan KDKMP.
Emil menilai Ikopin perlu mengurangi pembelajaran yang hanya berorientasi pada teori dan memperbanyak praktik langsung.
“Pembenahan utama yang harus dilakukan Ikopin adalah mengurangi pembelajaran yang hanya bersifat teori dan memperbanyak praktik langsung,”ungkap Emil.
Selain pendidikan, Ikopin juga didorong mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat desa, seperti budidaya tanaman pangan, peternakan unggas, hingga komoditas bernilai tambah seperti ulat sutra.
“Ikopin harus menjadi lembaga yang melahirkan bibit unggul. Bibit sumber daya manusia (SDM) dan melakukan riset hingga kembangkan teknologi yang bisa langsung diterapkan di daerah,”lanjutnya.
Senada, Wakil Ketua Pembina YPK Burhanuddin Abdullah menilai pembenahan Ikopin harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada persoalan administrasi maupun efisiensi biaya.
Menurutnya, transformasi harus mencakup organisasi, tata kelola, sumber daya manusia, sistem ketenagakerjaan, pemasaran, hingga modernisasi kelembagaan.
“Kita sedang membangun masa depan lembaga yang memiliki sejarah, identitas, dan peran strategis nasional. Keberhasilan kita tidak lagi diukur dari seberapa baik kita menjelaskan masalah, melainkan seberapa cepat kita menyelesaikannya,”pungkasnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi sekaligus Wakil Ketua Pengurus YPK Ahmad Zabadi, Ketua Pembina YPK Emil Arifin, Wakil Ketua Pembina YPK Burhanuddin Abdullah, Ketua Umum Pengurus YPK Muhammad Taufiq, Rektor Universitas Koperasi Indonesia Prof Agus Pakpahan, Pembina YPK Andy Arslan Junaid, serta jajaran pengurus YPK dan anggota Senat Akademik Universitas Koperasi Indonesia.










