TVRINews, Jakarta
Melalui fasilitasi kemitraan di Jawa Barat, Kemenperin pertemukan IKM logam dengan industri besar untuk perkuat manufaktur nasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong keterlibatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar masuk ke dalam rantai pasok industri nasional. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mempertemukan secara langsung IKM logam potensial dengan pelaku industri skala besar guna menciptakan kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa sektor IKM memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian nasional serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Penguatan sinergi antara IKM dan industri besar menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkokoh ketahanan struktur manufaktur nasional.
"IKM berperan besar dalam menggerakkan perekonomian serta penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, penguatan kemitraan antara IKM dan industri besar menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kinerja IKM sekaligus memperkuat ketahanan industri manufaktur nasional," ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Minggu, 9 Agustus 2026.
Fasilitasi Kemitraan dan Temu Bisnis di Jawa Barat
Sebagai wujud nyata dari kebijakan tersebut, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menggelar Fasilitasi Kemitraan IKM Logam dengan Industri Besar di Provinsi Jawa Barat pada 29–30 Juli 2026.
Menggandeng Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK), program ini mengkurasi IKM logam potensial untuk bermitra dengan perusahaan skala besar.
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, memaparkan bahwa peluang IKM logam kini semakin luas, tidak hanya sebagai pemasok komponen, melainkan juga berkembang sebagai penyedia jasa perawatan, perbaikan, dan rekayasa mesin industri.
"Pelaksanaan temu bisnis ini merupakan salah satu upaya untuk mempertemukan IKM dengan industri besar dalam rangka membangun kemitraan yang saling menguatkan. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan tindak lanjut kemitraan yang nyata dan berkelanjutan," ungkap Reni.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan pada 29 Juli 2026 oleh calon mitra industri besar seperti PT Perkebunan Nusantara, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Hitachi Construction Machinery Indonesia, dan PT Sarandi Karya Nugraha ke fasilitas IKM di Karawang dan Bekasi. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan forum Temu Bisnis pada 30 Juli 2026 yang melibatkan 30 IKM logam lokal.
Plt. Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Budi Setiawan, menambahkan bahwa keberagaman kompetensi 30 IKM tersebut mulai dari fabrikasi logam hingga machining menjadi modal utama dalam memperluas jejaring bisnis jangka panjang dan mendalamkan struktur industri nasional.









