TVRINews - Jaipur, India
Bertemu di sela BRICS TMM 2026, Indonesia dan UEA sepakat genjot perdagangan bilateral dan segera gelar Joint Committee Meeting kedua.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA), Thani bin Ahmed Al Zeyoudi. Pertemuan strategis tersebut dilangsungkan di Jaipur, India, di sela-sela rangkaian kegiatan BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) 2026 yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026.
Fokus utama pembahasan dalam pertemuan ini adalah upaya kedua negara dalam mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) yang telah memasuki tahun ketiga implementasinya sejak resmi berlaku pada 1 September 2023.
Mendag Budi Santoso yang akrab disapa Mendag Busan, menilai bahwa kehadiran IUAE-CEPA telah memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap penguatan hubungan ekonomi bilateral.
"Perjanjian IUAE-CEPA menjadi katalis yang mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan ekonomi kita ke tingkat yang lebih maju. Saya meyakini masih terdapat ruang yang sangat besar untuk semakin meningkatkan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi melalui pemanfaatan IUAE-CEPA secara optimal," ujar Mendag Busan, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.
*Rencana Joint Committee Meeting Kedua dan Isu Teknis*
Sebagai tindak lanjut dari komite teknis sebelumnya, Mendag Busan berharap pelaksanaan Joint Committee Meeting (JCM) kedua tahun 2026 ini dapat segera terlaksana dengan baik guna menuntaskan berbagai isu implementasi secara cepat dan memperluas partisipasi dunia usaha.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri turut membahas sejumlah isu teknis implementasi IUAE-CEPA, di antaranya Ketentuan skema Tariff Rate Quota (TRQ), Mekanisme transshipment dan Perkembangan penanganan kasus antidumping produk kopolimer asal UEA.
"Indonesia berkomitmen menjaga implementasi IUAE-CEPA tetap transparan, akuntabel, dan sejalan dengan ketentuan perjanjian maupun prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Indonesia juga terbuka untuk terus berdialog dalam menyelesaikan berbagai isu implementasi yang dihadapi pelaku usaha kedua negara," tegas Mendag Busan.
*Delegasi Bisnis UEA Siap Kunjungi Indonesia*
Menanggapi hal tersebut, Menteri Thani bin Ahmed Al Zeyoudi menyambut baik komitmen penguatan kerja sama ini dan mengumumkan rencana pemerintah UEA untuk memboyong delegasi bisnis (business-to-business) ke Indonesia dalam waktu dekat guna menggali peluang kolaborasi baru.
Kinerja perdagangan bilateral Indonesia dan UEA sendiri menunjukkan tren yang sangat solid. Pada periode Januari–Juni 2026, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 3,14 miliar, melanjutkan pencapaian impresif sepanjang tahun 2025 di angka USD 6,42 miliar di mana Indonesia membukukan surplus sebesar USD 1,63 miliar melalui komoditas unggulan seperti perhiasan, minyak hewani/nabati, kendaraan, hingga besi dan baja.









