TVRINews - Bhopal, India
Hadir di XI BRICS Culture Ministers' Meeting India, Menbud Fadli Zon usulkan empat agenda strategis pemajuan kebudayaan internasional.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan komitmen Indonesia agar kebudayaan ditempatkan secara khusus sebagai tujuan tersendiri (standalone goal) dalam kerangka pembangunan global pasca-2030.
Dorongan strategis tersebut disampaikan Menbud Fadli Zon saat memaparkan intervensi dalam ajang XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pertemuan tingkat menteri yang diselenggarakan di bawah keketuaan India ini mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability". Forum tersebut menjadi wadah penting bagi negara-negara anggota dan mitra BRICS untuk memperkuat diplomasi serta kerja sama kebudayaan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Dalam pemaparannya, Menbud Fadli menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah India atas kepemimpinannya dalam BRICS sepanjang tahun 2026. Ia juga menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap pengesahan Declaration of the XI BRICS Culture Ministers’ Meeting, seraya menekankan pentingnya membangun kerja sama yang berorientasi pada masyarakat, inklusif, serta berlandaskan kedaulatan, konsensus, dan rasa saling menghormati.

(Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon (kanan). (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud))
"Indonesia menyambut baik Deklarasi XI BRICS Culture Ministers’ Meeting sebagai komitmen bersama untuk menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan strategis bagi ketangguhan, inovasi, keberlanjutan, dan penguatan kerja sama di antara negara-negara BRICS," ungkap Fadli Zon, dalam keterangan terulis, Minggu, 9 Agustus 2026.
Ia menambahkan, di tengah kompleksitas tantangan global mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, tekanan perubahan iklim, hingga fragmentasi sosial kebudayaan terbukti bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan fondasi utama yang memperkuat ketahanan masyarakat, mendorong inovasi, serta merawat kohesi sosial.
4 Agenda Utama Dorongan Indonesia dalam BRICS
Sebagai wujud kontribusi nyata, Indonesia mengusulkan empat agenda utama penguatan kerja sama kebudayaan dalam kerangka BRICS:
* Pelindungan Warisan Budaya: Memperkuat pelindungan warisan budaya serta meningkatkan kerja sama pengembalian dan restitusi benda budaya.
* Penguatan Industri Kreatif yang Adil: Mengembangkan industri budaya dan kreatif dengan menempatkan seniman serta kreator sebagai pusat ekosistem, termasuk menjamin pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan sistem remunerasi yang adil.
* Pelindungan Pengetahuan Tradisional: Mendorong pelindungan sistem pengetahuan tradisional melalui pelibatan aktif masyarakat dan para pemegang pengetahuan lokal.
* Kebudayaan sebagai Pilar Global Pasca-2030: Mengusulkan agar kebudayaan ditempatkan secara resmi sebagai tujuan tersendiri (standalone goal) dalam kerangka pembangunan global pasca-2030.
"Komitmen yang telah disepakati perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan. Kerja sama BRICS harus menjadi jembatan yang menghubungkan para kreator, masyarakat, institusi, dan generasi mendatang," lanjut Menbud.
Poin Penting Deklarasi XI BRICS Culture Ministers’ Meeting
Sejalan dengan visi Indonesia, deklarasi bersama yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut memuat sejumlah komitmen strategis, di antaranya:
* Memperkuat industri budaya dan kreatif beserta pelindungan HKI dan remunerasi adil bagi kreator.
* Mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) secara etis, transparan, dan bertanggung jawab.
* Meningkatkan dokumentasi, penelitian provenans, serta kerja sama pengembalian dan restitusi benda budaya.
* Memperkuat perlindungan sistem pengetahuan tradisional dan meningkatkan kolaborasi antarlembaga kebudayaan seperti museum, perpustakaan, arsip, dan pusat manuskrip.
* Mendukung pengarusutamaan kebudayaan agar dipertimbangkan sebagai tujuan tersendiri dalam kerangka pembangunan internasional di masa depan.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh negara-negara anggota BRICS yang terdiri dari India, Indonesia, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Brasil, Ethiopia, Tiongkok, Rusia, dan Iran serta negara-negara mitra BRICS, yakni Kuba, Belarus, Thailand, dan Kazakhstan, sebagai bagian dari rangkaian BRICS Culture Track 2026.
Melalui keikutsertaan aktif ini, Indonesia terus memperkuat diplomasi kebudayaan global yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para pelaku budaya, institusi, dan masyarakat luas.









