TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengunjungi Musée d’ethnographie de Genève (MEG) dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss.
MEG merupakan salah satu museum etnografi penting yang memiliki koleksi yang merekam keberagaman budaya dari berbagai negara dan komunitas di dunia.
Museum tersebut berdiri sejak 1901, sementara sejarah koleksinya telah dimulai sejak awal abad ke-18. Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon melihat secara langsung beragam koleksi, termasuk sejumlah koleksi yang berasal dari Indonesia.
“Sangat menarik melihat langsung berbagai koleksi dari banyak negara dan komunitas di dunia, termasuk koleksi dari Indonesia yang berasal dari Papua, Kalimantan, Jawa, dan berbagai wilayah Nusantara lainnya,”ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Kemenbud, Kamis, 17 September 2026.
Selain melihat koleksi, Fadli Zon juga mempelajari pengelolaan dokumentasi koleksi yang dilakukan MEG. Museum tersebut telah melakukan digitalisasi register inventaris historis koleksi sejak 1867 hingga 1993.
Menurut Kementerian Kebudayaan, digitalisasi inventaris penting untuk menjaga informasi mengenai koleksi sekaligus memudahkan pemanfaatannya untuk riset, pengembangan, perawatan, dan pelindungan warisan budaya.

Praktik pengelolaan dokumentasi tersebut dinilai relevan untuk dikembangkan di museum-museum Indonesia, khususnya dalam membangun sistem data koleksi yang terintegrasi.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia, membangun jejaring dengan museum-museum dunia, serta membuka peluang kolaborasi dalam riset, pertukaran pengetahuan, digitalisasi, dan pelindungan warisan budaya,” jelasnya.
Kementerian Kebudayaan melihat tata kelola data koleksi sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem permuseuman yang berkelanjutan. Digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyimpanan informasi, tetapi juga membantu mengungkap asal-usul, konteks, serta perjalanan koleksi dari waktu ke waktu.
Pengalaman dan praktik yang diperoleh dari MEG diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem dokumentasi koleksi museum di Indonesia.
Dengan pengelolaan data yang semakin terintegrasi, koleksi museum diharapkan dapat terus dipelajari, dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Pelindungan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, serta Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda.










