TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan jika Ekonomi kreatif Jakarta berkontribusi lebih dari 11 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta. Di mana, angka tersebut menunjukkan bahwa kreativitas ini merupakan salah satu penggerak penting perekonomian di Jakarta.
Hal ini Pramono sampaikan, saat menghadiri acara Ekonomi Kreatif Dunia ke-5 atau World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026 hari ini.
“Ekonomi kreatif Jakarta berkontribusi lebih dari Rp410 triliun atau sekitar 11 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas merupakan salah satu penggerak penting perekonomian kita,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia menerangkan jika dampak ekonomi kreatif ini dapat dilihat dari berbagai penyelenggaraan acara musik, hiburan, dan olahraga di Jakarta. Salah satunya adalah festival musik Pestapora yang digelar pada September lalu.
“Kita dapat melihat dampaknya melalui berbagai acara yang diselenggarakan di Jakarta. September lalu, ada Pestapora. Selain itu, ada pula acara lain yang berlangsung di Jakarta International Stadium pada hari yang sama. Kedua acara tersebut menghasilkan aktivitas ekonomi hampir Rp250 miliar hanya dalam satu akhir pekan,” tuturnya.
Pramono mengatakan, Jakarta kembali menjadi tuan rumah sejumlah acara besar pada akhir Oktober 2026. Di antaranya Jakarta Running Festival (JRF), yang dikenal sebagai perayaan bagi para pelari, serta konser G-Dragon yang menjadi satu-satunya pemberhentian di kawasan Asia Tenggara dan Oseania dalam rangkaian tur-nya pada 2026.
Selain itu, Jakarta juga dijadwalkan menggelar sejumlah acara hiburan hingga akhir tahun. Pada November, terdapat agenda Garden Houses, sedangkan pada 26, 27, dan 29 Desember akan berlangsung konser BTS. Sementara itu, grup musik Westlife dijadwalkan tampil pada Januari mendatang.
Menurut Pramono, berbagai agenda tersebut memperlihatkan bahwa Jakarta tidak hanya menjadi pusat kreativitas, tetapi juga destinasi penyelenggaraan acara musik dan olahraga yang mampu menghasilkan dampak ekonomi signifikan.
Ia pun mengajak para pengunjung dan peserta konferensi untuk turut berbelanja serta menikmati berbagai produk dan layanan yang ditawarkan di Jakarta.
“Selamat datang di kota kami. Selamat datang di Jakarta. Dan jangan lupa membeli sesuatu serta membelanjakan uang Anda di Jakarta,” ujarnya.
Pramono juga menyoroti keberagaman masyarakat Jakarta yang menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Jakarta memiliki sekitar 11 juta penduduk, sementara kawasan metropolitan Jakarta atau Jabodetabek dihuni sekitar 42 juta orang.
Ia juga menuturkan, jika beragam latar belakang budaya ini membuat masyarakat Jakarta dinilai memiliki potensi besar untuk melahirkan gagasan, inovasi, dan talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.










