TVRINews, Samosir
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) terus mendorong penguatan talenta digital di daerah melalui program Creative Hub for App Talent (CHAT) 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Program ini menjadi upaya meningkatkan kompetensi pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) sekaligus memperluas pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
Mengusung tema "Pengembangan Aplikasi dengan AI", kegiatan ini diikuti 80 peserta terpilih dari 168 pendaftar. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, pelajar, akademisi, hingga masyarakat yang memiliki minat dalam pengembangan teknologi digital.

(Foto: Humas Kemenekraf)
Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf/Badan Ekraf, Sabartua Tampubolon, menegaskan bahwa pemanfaatan AI perlu diarahkan untuk memperkuat kreativitas manusia dan menghasilkan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"AI adalah alat bantu untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan pengganti kreativitas itu sendiri," ujar Sabartua dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 23 Oktober 2026.
Menurutnya, pengembangan aplikasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknologi. Talenta digital juga perlu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, mengenali kebutuhan pengguna, serta memastikan aplikasi yang dihasilkan aman dan mudah digunakan.
Kabupaten Samosir dinilai memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui inovasi digital, mulai dari sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pelayanan publik. Melalui program CHAT, peserta didorong mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitar dan menerjemahkannya menjadi solusi berbasis teknologi.
Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik pelaksanaan program tersebut sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat transformasi digital, khususnya di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.
Dukungan itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, yang hadir mewakili pemerintah daerah.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembelajaran berbasis praktik mengenai vibe coding, yakni pendekatan pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan AI untuk membantu penulisan dan penyempurnaan kode berdasarkan instruksi pengguna. Materi lainnya mencakup teknik prompt engineering, etika pemanfaatan AI, serta pengenalan risiko keamanan dalam pengembangan aplikasi.
Pelatihan ini turut menghadirkan Andri Tri Prasetyo dan Ryan Martin Hidayat, analis keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Peserta mendapat pendampingan dalam merancang dan mengembangkan aplikasi web, melakukan kustomisasi usaha, mengintegrasikan katalog produk, membangun dasbor, hingga melakukan finalisasi dan pengujian aplikasi.
Aspek keamanan menjadi salah satu perhatian dalam pelatihan tersebut. Peserta dibekali pemahaman mengenai risiko kebocoran data, keluaran AI yang keliru, serta potensi ancaman keamanan dari komponen perangkat lunak. Pembekalan ini diharapkan meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya perlindungan data dan kepercayaan pengguna sejak tahap awal pengembangan aplikasi.
Melalui pendekatan pembelajaran langsung, CHAT juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan talenta digital. Peserta didorong melanjutkan pengembangan prototipe berdasarkan masukan pengguna dan kebutuhan nyata di lapangan agar berpeluang menjadi produk digital yang memiliki nilai tambah.
Kemenekraf berharap program CHAT 2026 di Samosir dapat mendorong terbentuknya komunitas pengembang aplikasi yang aktif dan berkelanjutan. Penguatan jejaring serta penjajakan peluang komersialisasi karya diharapkan memperluas kontribusi talenta digital daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Melalui program ini, Kemenekraf terus mendorong subsektor aplikasi sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif atau The New Engine of Growth, sehingga pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga berkembang melalui kreativitas, penguasaan teknologi, dan inovasi di daerah.









