TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki Jakarta Creative Hub atau JCH. Di mana, wadah ini bisa digunakan untuk para wirausaha muda dan kreator agar dapat mengakses ruang kerja, peralatan, pelatihan, serta kesempatan untuk berkolaborasi.
“Kami juga memiliki Jakarta Creative Hub, tempat para wirausaha muda dan kreator dapat mengakses ruang kerja, peralatan, pelatihan, serta kesempatan untuk berkolaborasi. Melalui berbagai inisiatif, seperti Creative Future Labs, kami mempertemukan para kreator muda, pelaku usaha kecil, industri, dan komunitas untuk bertukar gagasan serta mengembangkan peluang baru,” kata dia saat menghadiri acara Ekonomi Kreatif Dunia ke-5 atau World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Tak hanya itu, Pramono menegaskan, jika dirinya percaya bahwa orang kreatif membutuhkan pemerintah yang mau mendengarkan.

(Foto: TVRINews/Ilham Pebry)
“Saya percaya sekali lagi, saya percaya bahwa orang-orang kreatif tidak selalu membutuhkan pemerintah untuk memberi tahu mereka apa yang harus diciptakan,” ucapnya.
“Mereka membutuhkan pemerintah yang mau mendengarkan, menghilangkan hambatan, dan membantu mereka untuk terus berkembang. (Oleh karena itu) Jakarta akan memberikan dukungan bagi berbagai kegiatan kreativitas di kota ini. Jadi, jangan khawatir,” terusnya.
Pramono juga pastikan, jika Jakarta akan menjadi rumah bagi kreativitas. Sehingga, Pemprov DKI Jakarta harus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, bertemu, dan berkolaborasi.
Di mana, salah satu destinasi paling populer di Jakarta yakni Blok M. Di mana, tempat tersebut ramai dikunjungi mulai dari dari anak-anak hingga orang dewasa. Tak hanya itu, di Blok M terdapat juga usaha lokal, dan komunitas kreatif.
“Blok M merupakan salah satu contoh yang baik. Saat ini, Blok M telah menjadi salah satu destinasi paling populer di Jakarta, khususnya di kalangan anak muda, dengan musik yang menarik, usaha lokal, dan komunitas kreatif,” kata dia lagi.
“Blok M bahkan populer dengan sebutan Negara Blok M, atau Republik Blok M. Ada pula lelucon mengenai tidak adanya transportasi dari berbagai tempat menuju Blok M,” lanjutnya.
Ia menyebut, jika Blok M juga terhubung dengan jaringan MRT dan Transjakarta. Lantaran hal tersebut, masyarakat dimudahkan untuk berkunjung sekaligus menunjukkan bagaimana transportasi umum dan aktivitas kreatif dapat saling mendukung.









