TVRINews, Jakarta
Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 842/Badak Sakti di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis, 10 September 2026.
Yonif TP 842/Badak Sakti merupakan salah satu satuan yang dibentuk pada tahap pertama pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan. Karena telah lebih dahulu beroperasi, Sjafrie meminta satuan tersebut dapat menjadi contoh bagi satuan TP lainnya yang tengah dibangun dan dikembangkan.
Menurut Sjafrie, keberhasilan Yonif TP tidak hanya dilihat dari kesiapan pangkalan dan infrastrukturnya, tetapi juga dari kualitas prajurit serta manfaat keberadaan satuan bagi masyarakat di wilayah tugas.
Dalam arahannya, Menhan menegaskan prajurit Yonif TP harus mampu menjalankan peran sebagai satuan teritorial sekaligus mempertahankan kemampuan tempur. Prajurit diminta dekat dengan masyarakat, memahami kondisi wilayah, dan mampu menciptakan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
Sjafrie juga mengingatkan agar Delapan Wajib TNI tidak sebatas menjadi hafalan maupun tulisan di lingkungan satuan. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku prajurit saat berinteraksi dan menjalankan pengabdian bersama masyarakat.
Di samping kemampuan teritorial, Menhan menekankan pentingnya menjaga kemampuan dasar sebagai satuan tempur. Latihan menembak dan latihan teknis lapangan harus dilakukan secara rutin untuk mempertahankan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai tugas dan kondisi medan.
“Kalian harus dekat dengan rakyat, tetapi sebagai prajurit kemampuan tempur harus tetap dijaga. Latihan menembak dan latihan teknis harus terus dilaksanakan,”ujar Menhan Sjafrie dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 11 September 2026.
Sjafrie turut menekankan pentingnya kekompakan di dalam batalyon. Perbedaan suku dan latar belakang, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang bagi personel dalam menjalankan tugas. Seluruh prajurit TNI harus memiliki identitas dan tujuan pengabdian yang sama sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Perhatian juga diberikan terhadap pola kepemimpinan di tingkat Bintara dan Perwira. Menhan meminta para pemimpin satuan hadir langsung di tengah prajurit, memahami persoalan anggotanya, memberikan keteladanan, serta mendampingi personel dalam latihan dan pelaksanaan tugas.
Selain itu, pembinaan personel diminta memberikan ruang bagi prajurit yang memiliki prestasi untuk berkembang. Kinerja dan prestasi perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam memberikan kesempatan kepada personel, sehingga terbentuk budaya satuan yang sehat, profesional, dan kompetitif.
Kunjungan tersebut menegaskan pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pembentukan organisasi dan pembangunan infrastruktur. Kekuatan satuan juga ditentukan oleh kualitas prajurit, kesiapan tempur, kepemimpinan, serta kemampuan membangun hubungan yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah penugasan.
Turut mendampingi Menhan dalam kunjungan tersebut Wakil Panglima TNI, Kabaloghan Kemhan, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, serta Danrem 064/Maulana Yusuf.










